Dehruji diterima oleh Sharief Rachmat dan Sadiri Sadimun selaku Ketua serta Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

Jeddah, Seruu.com – Dehruji Bin Juna, WNI asal Sampang Jawa Timur yang berdomisili di Jeddah, Selasa (12/7) mendatangi Sekretariat DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia. Dehruji diterima oleh Sharief Rachmat dan Sadiri Sadimun selaku Ketua serta Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

Kedatangannya bermaksud mengadukan perihal istrinya yang disekap oleh majikannya. Penyekapan itu bermula atas tuduhan majikannya yang menilai istri Dehruji telah mencuri uang majikannya sebesar 120 ribu US Dollar atau setara 1,5 milyar rupiah.

"Kita akan membantu secara legal sekalipun WNI tersebut berstatus overstayer. Karena KJRI Jeddah tidak boleh masuk ke rumah tanpa melibatkan instansi setempat, karena kita dapat dipermasalahkan. KJRI Jeddah akan melibatkan dan melapor ke kepolisian setempat untuk menuntaskan kasus tersebut," jelas A.H. Syaifuddin, Pelaksana Fungsi Konsuler III KJRI Jeddah, Kamis (14/07) siang.

Dehruji memastikan bahwa istrinya tidak melakukan pencurian tersebut. Hal ini sudah dikonfirmasikannya saat berkomunikasi terakhir dengan istrinya. Sang istri saat ini disekap di dalam kamar rumah majikannya. Setelah tuduhan tersebut, majikan beserta beberapa rekannya mendatangi kediaman mereka.

"Saya dan kawan-kawan yang di dalam rumah dipukulin dan mereka menanyakan di mana uangnya. Padahal kami sudah sumpah tidak mencuri uang tersebut. Saya beserta kawan-kawan di rumah tidak berani melawan, karena kami berstatus overstayer," jelas Dehruji di Sekretariat DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

Menerima pengaduan itu, DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia yang diwakili oleh Ramida Muhammad, Sadiri Sadimun dan Eka Sapta mendampingi Dehruji mendatangi KJRI Jeddah untuk melaporkan kasus tersebut. Mereka diterima langsung oleh A.H Syaifuddin Pelaksana Fungsi Konsuler III KJRI Jeddah.

Pada pertemuannya itu, Eka Sapta Rivai dan Ramida Muhammad secara bergantian memberikan penjelasan atas kasus yang menimpa istri Dehruji. Sesekali, Dahruji ikut menambahkan penjelasan ketika ditanya oleh A.H Syaifuddin selaku salah satu pejabat KJRI Jeddah.

Menanggapi hal tersebut, A.H Syaifuddin memastikan bahwa KJRI Jeddah akan memberikan bantuan advokasi bila secara kekeluargaan sudah tidak bisa ditempuh. Ia menghimbau DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia agar bekerjasama melacak rumah dan memastikan istrinya berada di dalam rumah tersebut.

"Bila sudah ada kepastian, KJRI Jeddah akan langsung bertindak. Dan KJRI Jeddah pun ikut melakukan langkah-langkah dalam hal tersebut," sambung A.H Syaifuddin seraya menjelaskan bahwa istri Dehruji bekerja di rumah majikan warganegara Mesir selama 6 bulan bersama 4 pekerja rumah tangga asal Indonesia yang semuanya berstatus overstayer.

DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia meragukan bila istri Dehruji melakukan pencurian. "Kalau memang benar uang tersebut dicuri, seharusnya majikan tersebut melapor ke kepolisian. Tetapi ini tidak dilakukan oleh majikan tersebut," sambungnya.

Ramida Muhammad melanjutkan bahwa DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia akan membantu melacak tempat tinggal dan memastikan keberadaan istri Dehruji. Dehruji siap dibawa ke kantor kepolisian setempat didampingi KJRI Jeddah untuk membuat laporan pengaduan.

"Kami khawatir ada penganiayaan yang dilakukan oleh majikan kepada istri Dehruji. Karena sudah satu bulan, Dehruji putus komunikasi dengan istrinya karena telepon selulernya dirampas majikannya," ungkap Ramida.

Dehruji Bin Juna bersama istrinya asal Sampang Jawa Timur, berangkat ke Saudi Arabia pada tahun 2003 menggunakan visa umroh. Keduanya memilih menjadi overstayer dan menetap di Saudi Arabia kota Jeddah untuk bekerja.

Kasus yang menimpa istri Dehruji Bin Juna juga dilaporkan oleh DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia ke DPP PDI Perjuangan, Sekretaris Kabinet RI, Direktorat PWNI & BHI Kemenlu RI, dan DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur.

[hs]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU