Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Koki asal Amerika Serikat Michele Youngs menyajikan makanan asli Indonesia kolak pisang dengan sentuhan cita rasa mancanegara lewat inovasinya.

"Dalam kompetisi, kami awalnya dituntut untuk membuat kreasi makanan asli Indonesia dengan sentuhan internasional," kata Youngs di salah satu hotel di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu.

Pemenang kompetisi Kompetisi Memasak Makanan Indonesia di AS itu mengatakan memiliki ide untuk membuat kolak pisang sentuhan internasional setelah terinspirasi oleh makanan "banana foster french" yang manis dan legit tapi tidak berkuah.

Perempuan belia dari Schenectady, New York itu mengatakan sejumlah inovasi pada kolak pisang dilakukannya agar mampu diterima masyarakat dunia tapi tetap memiliki jiwa Indonesia.

Berdasarkan uji coba Antara, kolak tersebut kaya rasa yang berasal dari perpaduan es krim vanila, pisang tanduk, colenak panggang (olahan tape), gula merah cair dan krim kelapa pengganti santan. Dengan begitu, bagi yang lidahnya terbiasa memakan kolak dengan santan pada umumnya tentu akan menemukan sensasi berbeda saat mencicipi kolak pisang karya Youngs.

Keunikan kolak pisang itu juga terasa menonjol karena adanya es krim vanilla yang menjadi toping. Es krim tersebut memberi sensasi dingin yang legit di mulut.

Lulusan Institut Kuliner AS, Hyde Park, New York itu merupakan pemenang Final Kompetisi Memasak Makanan Indonesia pada November 2013 yang diadakan oleh KBRI Washington DC yang bekerja sama dengan Diaspora Indonesia (DI).

Youngs merupakan seorang juru masak profesional yang mampu memenangi kompetisi lewat kreasi masakan Nusantaranya. Di antara makanan- makanan yang mampu memenangkannya dalam kompetisi itu yaitu kolak pisang, soto Lamongan, orak arik buncis dan short ribs kombinasi saus rendang.

Kompetisi itu diikuti sejumlah juru masak di AS baik dari kalangan profesional, mahasiswa jurusan kuliner serta masyarakat umum.

Atas kemenangannya itu dia berhak meraih hadiah utama untuk melakukan perjalanan kuliner di Indonesia selama 12 hari dari Banten sampai Bali.

Program kompetisi kuliner itu sendiri merupakan satu program dari pelaksanaan sebelas gugus fungsi DI yang dicanangkan pada Agustus 2013. [Ant]

KOMENTAR SERUU