Gelar pasukan operasi Ketupat Candi 2012 (Foto: Prayitno/Seruu.com)
Jalur yang rawan kecelakaan lalu lintas kami perkirakan masih tidak begitu macet. Yang rawan justru di jalur kota saat hari H lebaran dan pasca lebaran di sejumlah obyek wisata, seperti di Owabong - AKBP Ferdy Sambo

Purbalingga, Seruu.com - Kemacetan di sejumlah obyek wisata seperti Owabong (Obyek Wisata Air Bojongsari) akan menjadi perhatian khusus pada operasi Ketupat Candi 2012 jajaran Polres Purbalingga (Jateng). Sementara, kemacetan di sejumlah jalur dan pusat keramaian, diprediksi masih wajar.

”Jalur yang rawan kecelakaan lalu lintas kami perkirakan masih tidak begitu macet. Yang rawan justru di jalur kota saat hari H lebaran dan pasca lebaran di sejumlah obyek wisata, seperti di Owabong,” kata Kapolres Purbalingga AKBP Ferdy Sambo, SH, S.IK. MH, usai gelar pasukan operasi Ketupat Candi 2012 di alun-alun setempat, Jum’at (10/8/2012).

Disebutkan Kapolres, jalur rawan kecelakaan di Bayeman, Kecamatan Karangreja saat ini sudah mulai berkurang dari lalu lintas kendaraan besar. Hal ini karena jalur Ciregol sudah mulai dibuka kembali. ”Meski demikian, kami tetap menghimbau kepada para pemudik atau pengemudi yang melewati jalur Bayeman Karangreja agar tetap hati-hati,” kata kapolres.

Kapolres juga menegaskan, untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat dalam merayakan idul Fitri pihaknya akan terus melakukan patroli. Patroli digelar secara terbuka maupun tertutup. ”Kami juga meminta kepada warga masyarakat yang meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, agar memberi tahu kepada tetangga atau petugas polisi terdekat. Hal ini untuk  mencegah terjadinya tindak pencurian,” katanya.

Sementara itu, dalam operasi Ketupat Candi 2012, dikerahkan sedikitnya 842 personil. Jumlah personil itu terdiri 360 personil melaksanakan giat lapangan, 94 personil sebagai kompi cadangan ini terdiri dari 388 personil untuk pelayanan, jaga mako dan administrasi. Selain itu, juga dibantu kekuatan samping sebanyak 207 personil. Mereka berasal dari TNI (31), Pol PP (23), LLAJ (31) dan DKK (54). Personil bantuan lainnya dari pelayanan komunikasi (20), Damkar (12), SAR (6) dan Pramuka (30).

“Polres Purbalingga didukung instansi terkait melaksanakan operasi kepolisian kendali pusat selama 16 hari  mulai H – 7 hingga H + 8,  yakni tanggal 13 sampai 28 agustus,” jelasnya.

Operasi Ketupat Candi 2012, lanjut Kapolres, telah diawali dengan kegiatan cipta kondisi melalui operasi Patuh dan Operasi Pekat. Selain itu, melakukan pendataan pada lokasi rawan macet, rawan kecelakaan, rawan longsor, dan rawan kriminalitas.

Untuk mendukung operasi Ketupat Candi, Polres telah menetapkan 6 lokasi Pos Pam meliputi Pos Pam Bobotsari, Pospam Terminal Purbalingga, Bayeman, Jompo, Alun Alun dan Pos Pam Ngebrak Bukateja.  “Tiap Pos Pam ditempatkan 16 personil Polri dibantu kekuatan samping TNI, LLAJ, DKK dan Bantuan komunikasi (Bankom),” katanya.

Selain membuka Pos Pam, Polres juga menempatkan personil pada 16 titik poskotis dengan kekuatan 42 personil, Pam obyek wisata serta Pam Takbir keliling dan Sholat Idul Fitri.

Kapolres meminta dukungan warga untuk bersama-sama  menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah kabupaten Purbalingga, selama bulan ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1433 H. Sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa, sholat tarawih dan lebaran dengan aman dan  nyaman. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (1 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU