Proses pembuatan Festival Bunga Tomohon

Tomohon, Seruu.Com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Gerardus H Mogi mengatakan pada pelaksanaan "Tomohon International Flower Festival" (TIFF) 2012, menggunakan 1,2 juta tangkai bunga jenis Krisan, Aster dan Marrygold.

"Jutaan tangkai bunga yang digunakan pada parade kendaraan hias saat pembukaan TIFF kemarin, menyerap sekitar 1,2 juta tangkai bunga yang diproduksi petani Kota Tomohon," kata Gerardus, di Tomohon, Kamis (9/8/2012).

Dia mengatakan, TIFF yang digelar 8-12 Agustus 2012, semuanya memanfaatkan bunga hasil budidaya petani Tomohon yang tersebar di beberapa titik budidaya tanaman bunga di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara dan sekitarnya.

"Kita berdayakan semua bunga hasil budidaya petani yang ada di Kota Tomohon. Tidak ada yang diambil dari luar kota," kata Mogi.

Dia mengatakan, selain petani bunga yang mendapatkan manfaat dari pelaksanaan TIFF yang ketiga di kota ini, puluhan dekorator bunga juga mendapatkan manfaat serupa.

Sebab menurut dia, puluhan dekorator bunga yang telah mendapatkan sejumlah bimbingan dan pembekalan, dibayar langsung oleh peserta yang mengikuti parade kendaraan hias pada Rabu (8/8).

"Dampak yang didapat dari pelaksanaan TIFF ini cukup banyak. Petani, pedagang, dekorator, pengendara, warga kota, pengusaha hotel dan restoran dan sebagainya, mendapatkan manfaat berlimpah dari pelaksanaan TIFF ini," kata Mogi.

Mogi punya harapan besar, pelaksanaan agenda serupa dapat dilaksanakan lagi di waktu yang akan datang sehingga dapat mempromosikan potensi-potensi wisata dan budaya khas yang ada di Kota Tomohon.

TIFF ketiga yang dipusatkan di eks kantor wali kota di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, dibuka Rabu (8/9) oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, dan disaksikan beberapa pejabat kementerian, duta besar negara sahabat, gubernur serta bupati/wakil bupati dan pejabat terkait lainnya. [ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (1 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU