Tradisi Tabuh Rah (Istimewa)

Seruu.com -  Keindahan bali nampaknya tidak hanya pada keindahan objek wisatanya saja, namun keindahan bali juga terletak pada adat dan tradisinya juga, tak heran jika wisatawan yang datang dari penjeluru dunia terpesona dengan keindahan adat budaya di bali.

Sehingga banyak dari mereka yang mengabadikan tentang adat dan budaya bali. Dan salah satunya adalah tradisi Tabuh Rah yang Merupakan salah satu tradisi adat di bali. Tradisi ini dilaksanakan pada saat hari raya Kuningan setelah melakukan persembahyangan di Pura pada umumnya.

Dalam tradisi Tabuh Rah tersebut sering diadakan kegiatan Sabung Ayam (Tajen), yang memiliki tata cara dan peraturan yang dibuat oleh adat. Biasanya dalam kegiatan Tajen, ayam yang kalah dapat dibawa pulang oleh pihak yang menang, tetapi lain halnya dengan tradisi ini, dimana ayam yang kalah tidak boleh dibawa pulang oleh pihak yang menang, tetapi dihaturkan ke Pura, dipotong dan dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat.

Sudah sejak lama tradisi Tabur Rah  atau sabung ayam tumbuh dan berkembang di Bali, Namun beberapa waktu terakhir ini, malah muncul wacana bahwa tajen ataupun sabung ayam ini akan dibuatkan Perda alias peraturan daerah, banyak yang pro dan tentunya lebih banyak yang kontra dengan wacana tersebut.

Karena Bali sebagai tujuan wisata, sehingga banyak tamu asing yang kebetulan lewat dan melihat aktifitas ini, mungkin tradisi ini perlu mendapatkan penjelasan yang benar dari pemandu wisatanya. Karena dalam tradisi ini  akan banyak dijumpai orang berjualan nasi, kopi, buah-buahan, bakso dan lain-lain. Sehingga banyak dari mereka yang mengambil kesempatan ini untuk berjualan di sekitar tajen ini.[GriyaWisata.com]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (1 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU