Solo, Seruu.com - Pagelaran budaya tari para siswa asing dari 40 negara yang dikemas dalam karya Indonesia Channel 2012 menggoyang kota Solo, Jumat (14/7/2012) malam.

Wakil Menteri Luar Negeri, Duta Besar Wardana membuka acara, didampingi Direktur Jenderal IDP, Duta Besar A.M Fachir, Direktur Diplomasi Publik Kemenlu serta Walikota Solo yang sohor, Djoko Widodo tampak di tengah undangan lainnya. Demikian disampaikan PLE Priatna, Direktur Informasi dan Media-Kemenlu melalui surat elektronik kepada media Minggu (15/7/2012).

“Melalui kerjasama budaya, sekat-sekat batas kebangsaan disatukan. Kecintaan kepada seni dan budaya juga akan meruntuhkan intoleransi dan kebencian karena perbedaan-perbedaan, serta menciptakan perdamaian sejati”, demikian satu kata pembuka Wakil Menteri Luar Negeri RI.

Pagelaran Indonesia Channel yang digagas Kementerian Luar Negeri RI dalam bentuk beasiswa seni budaya, ini menjadi pesona tersendiri bagi warga kota Solo. Tak kurang 6000 warga Solo tumpah mengayunkan tepuk tangan meriah Lapangan Pamedan, Mangkunegaran, Solo saat para siswa memainkan tarian Jawa, Sunda, Madura dan Bali.

“Pagelaran berlangsung tanpa putus selama dua jam penuh. Enampuluh lima (65) dari 40 negara,  penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia menampilkan kepiawaian menarikan sejumlah tarian Indonesia, tamak antusiasme sekaligus apresiasi yang tinggi diberikan penonton yang berdesakan”, demikian imbuh Priatna.

Menurut catatan Direktorat Diplomasi Publik, pada tahun 2012 Kemlu RI memberikan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) kepada 65 orang yang berasal dari 40 negara. Mereka terbagi dalam Program BSBI Reguler sejumlah 50 peserta  dari 37 negara, dan BSBI Kekhususan untuk Future Faith Leaders (calon pemimpin agama masa depan) sejumlah 15 peserta dari 11 negara. Program BSBI Future Faith Leaders ini merupakan implementasi dari ‘Semarang Plan of Action’ yang disepakati saat Regional Interfaith Dialogue ke-6 di Semarang bulan Maret 2012.

Selama tiga bulan, yakni awal April, para penerima BSBI Reguler belajar tari dan musik tradisional, Bahasa Indonesia dan kearifan lokal di lima sanggar seni, yaitu Sanggar Soeryo Soemirat Solo, Saung Angklung Mang Udjo Bandung, Sanggar Tydif Surabaya, Sanggar Smarandana Denpasar, dan Rumah Budaya Rumata di Makassar.

Sedangkan selama 7 minggu para peserta BSBI Kekhususan belajar tentang keanekaragaman agama di Indonesia melalui diskusi dengan pemuka agama, generasi muda, mahasiswa dan pelajar, LSM serta melakukan kunjungan ke berbagai rumah ibadah di beberapa kota.

Kegiatan BSBI Kekhususan ini dilakukan bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Para penerima beasiswa ini akan menunjukkan kebolehannya menari dan bermain musik pada Indonesia Channel kali ini. Tari-tari yang akan dipersembahkan antara lain Tari Pawiro Tamtomo dan Tari Soblak dari Solo, Jaipong Tokecang dan Pencaksilat dari Bandung, Tari Kapasar dan Aronda dari Surabaya, Tari Sekar Jagad dan Satya Brasta dari Bali, serta Tari A’Se’Re dari Makassar. Selain itu berbagai ketrampilan bermain musik tradisional juga akan ditampilkan seperti Angklung, Gamelan, dan Gendang Kecapi Makassar. Bahkan para calon pemuka agama juga akan tampil dengan Pencak Silat yang telah mereka pelajari di Yogyakarta.

Bagi Kemlu RI, program BSBI ini merupakan salah satu soft power diplomacy untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan negara-negara peserta. Diharapkan dengan program ini akan menciptakan ‘friends of Indonesia’ di luar negeri. Selama satu dasawarsa, Kemlu RI telah memberikan beasiswa BSBI ini kepada 449 alumni dari 50 negara. Para alumninya di berbagai negara masih aktif dalam membantu promosi Indonesia.

Mulai tahun 2012, kegiatan BSBI Reguler dikembangkan ke Indonesia Bagian Timur , bekerjasama dengan Rumah Budaya Rumata di Makassar. Negara peserta juga bertambah, yakni Serbia. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang kegiatan BSBI ini dapat dikembangkan baik dari jumlah peserta maupun sanggar tempat belajar. Sebagai informasi, selain para pemuda dari berbagai negara, pada tahun ini terdapat 8 pemuda Indonesia yang menjadi peserta BSBI.

Penampilan mereka di Indonesia Channel  2012 dengan tema “Arts and Culture for Everlasting Friendship” merupakan penutup dari rangkaian program BSBI 2012. Kegiatan Indonesia Channel akan dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Walikota Solo beserta jajarannya, dan Corps Diplomatic.

Penyelenggaraan Indonesia Channel 2012 ini bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solo dan Pura Mangkunegaran. Masyarakat umum dapat menyaksikan acara ini di Lapangan Pamedan, Mangkunegaran, Solo pada Sabtu, 14 Juli 2012, mulai jam 18.30 tanpa dipungut biaya. [ple/ir]

 

KOMENTAR SERUU