Jembatan Kutai Kartanegara (Istimewa)

Balikpapan, Seruu.com - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur berupaya mengembangkan potensi objek wisata alam dan seni budaya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kami terus berupaya mengembangkan objek-objek wisata yang ada di kabupaten ini. Sering peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahunnya," kata Kepala Dinas Pemkab Kutai Kartanegara Sri Wahyuni di Tenggarong, Jumat.

Menurut dia, kunjungan wisatawan tahun 2011 sekitar 200 ribu dibanding tahun sebelumnya sekitar seratus lima puluh ribu orang. Ada beberapa potensi objek wisata andalan, antara lain Museum Mulawarman, kedaton, Pulau Parai Kumala dan museum kayu.

"Museum Mulawarman merupakan obyek wisata favorit di Tenggarong. Belum lengkap rasanya datang ke kota ini bila belum berkunjung ke museum tersebut," katanya.

Dikatakan, museum tersebut dahulunya merupakan istana Kesulatanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Setiap tahunnya diselenggarakan upacara adat Erau, maka museum ini difungsikan kembali sebagai tempat acara adat Kesultanan.

Ia menjelaskan, di dalam museum terdapat berbagai peninggalan Kesultanan Kutai seperti Singgasana Raja dan berbagai perabotan (benda-benda) antik lainnya. Termasuk juga terdapat beberapa perhiasan raja.

"Yang paling terkenal adalah Kalung Uncal. Konon kalung ini menggambarkan hikayat Rama dan Sinta. Kalung Uncal tersebut melambangkan Sinta. Sedang Kalung Uncal melambangkan Rama terdapat di India. Menurut cerita, apabila kedua kalung ini dapat disatukan, akan menjadikan daerah tersebut makmur dan sejahtera," kata Sri Wahyuni menjelaskan.

Koleksi lain yang terdapat di museum ini, kata dia adalah benda-benda tajam peninggalan kerajaan, dan potret Raja-Raja Tenggarong dengan perlengkapan khasnya.

"Di museum ini terdapat semacam minirama yang menggambarkan kisah perjuangan dan kisah kerajaan lainnya serta dilengkapi dengan berbagai koleksi keramik," katanya.

Sementara itu, di wisata kedaton dibangun sebagai replika istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Didalamnya terdapat ruang tamu yang luas dan megah, ruang kerja dan tempat tinggal Sultan, perlengkapan musik gamelan dan dekorasi khas Kesultanan Kutai.

Namun, Kedaton ini hanya digunakan oleh Sultan Kutai Kartanegara untuk menerima tamu sekaligus menyuguhkan tari-tarian keraton.

Sedangkan objek wisata lain, adalah salah satu wisata buatan yang ada di Tenggarong adalah Waduk Panji.

Dahulunya waduk ini dibangun untuk menunjang areal pertanian disekitarnya. Keberadaan waduk ini kemudian ditingkatkan menjadi obyek wisata yang dilengkapi dengan fasilitas sepeda air bagi pengunjung untuk dapat berkeliling di tengah waduk.

Di kawasan waduk ini juga terdapat taman Anggrek Sendawar serta dilengkapi fasilitas penunjang wisata lain, di antaranya keberadaan fasilitas untuk "out bound dan flying fox".

"Selain itu kami juga memiliki Museum Kayu Tuah Himba. Museum ini terletak sekitar 300 meter dari Waduk Panji. Didalam Museum ini terdapat berbagai koleksi potongan pohon jenis kayu dan ulin serta replika rumah adat dayak," katanya.

Ia juga mengatakan, objek wisata Pulau Parai Kumala merupakan wisata buatan di tengah Sungai Mahakam yang berhasil disulap dari sebuah pulau yang terdiri dari semak belukar menjadi obyek wisata andalan Kota Tenggarong.

Menurut Sri Wahyuni, pulau dengan luas 76 hektar ini sesungguhnya terdiri dari beberapa zona. Ada zona cottage dan danau yang dilengkapi dengan fasilitas resort dan Spa.

Ada zona permainan yang dilengkapi dengan wahana berteknologi tinggi seperti "Sky Tower" (serupa dengan yang ada di Pulau Sentosa-Singapura) dan "Cable Car" yang menghubungkan Pulau Kumala dan Tenggarong Seberang. Juga terdapat "Merry Ground" (komedi putar) dan permainan trampolin.

"Keindahan Pulau Parai Kumala dilengkapi dengan berdirinya patung Lembusuana tepat diujung pulau. Dibawah patung Lembusuana ini juga terdapat "Cafe de River" dengan hiburan live musik serta air mancur yang sangat indah di malam hari," katanya.[ant/ast]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU