Ilustrasi (Istimewa)
"Dikemas dalam bentuk buklet, panduan dalam buku ini memberikan akses informasi langsung bagaimana wisatawan dapat memesan mebel dengan motif ukiran khas Jepara ke para pengrajin kecil dengan harga miring dan kualitas setara galeri di toko besat,"

Jepara, Seruu.com - Peta wisata dan belanja mebel berisi informasi tentang tempat (kluster) dan nama-nama jalan menuju sentra-sentra kerajinan mebel di Jepara, Jawa Tengah, diluncurkan.

"Dikemas dalam bentuk buklet, panduan dalam buku ini memberikan akses informasi langsung bagaimana wisatawan dapat memesan mebel dengan motif ukiran khas Jepara ke para pengrajin kecil dengan harga miring dan kualitas setara galeri di toko besat," kata Ketua Penelitian Rantai Nilai Mebel (Furniture Value Chain/FVC) Pusat Penelitian Kehutanan Antarbangsa (CIFOR) Dr Herry Purnomo di Jepara, Kamis (12/7/2012) pagi .

Ia menjelaskan, peta wisata dan belanja mebel edisi bahasa Inggris itu diluncurkan bersamaan dengan peluncuran buku bertajuk "Pelangi di Tanah Kartini".

Jepara dikenal sebagai tempat kelahiran salah satu tokoh gerakan perempuan nasional Raden Ajeng Kartini.

Peta wisata itu terwujud atas kerja sama sejumlah pihak, yakni Pusat Penelitian Pertanian Internasional Australia (Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), Forum Rembug Klaster (FRK) Jepara, Pemerintah Kabupaten Jepara, Badan Penelitian

dan Pengembangan Kehutanan (Balitbanghut) Kementerian Kehutanan, dan Fakultas Kehutanan IPB, dan CIFOR

Menurut dia, peta dan buku itu mempunyai sisi menarik untuk dikupas lebih jauh, karena memperkenalkan kepada masyarakat luas yang memerlukan bantuan dari media massa sebagai perpanjangan tangan komunikasi para pelaku lokal mebel Jepara.

Budhy Kristanti dari Unit Media CIFOR mengatakan, buku "Pelangi di Tanah Kartini" diterbitkan sebagai sekuel dari buku dengan tema serupa berjudul "Menunggang Badai" (2011).

Melalui buku itu, katanya, pembaca diajak untuk mengikuti kisah para pelaku lokal mebel Jepara berkutat, berjuang, dan bertahan dalam industri mebel.

Ia mencontohkan, dalam bagian buku itu Sutrisno, salah satu penulis, dalam kesehariannya adalah pengukir relief.[ant/ast]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (1 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU