Makassar,seruu.com - Pengamat kepariwisataan dan budaya dari Universitas Hasanuddin, Dr suriadi Mappangara mengatakan, sektor kepariwisataan Sulsel perlu dorongan pemerintah daerah.  "Karena itu, pihak Pemprov Sulsel dalam mengalokasikan anggaran kepariwisataannya juga perlu membagi ke daerah," kata Suriadi di Makassar, Selasa kemarin.

Dia mengatakan, selama ini sejumlah pemkab/pemkot menilai dukungan finansial maupun promosi dari Pemprov masih minim, sehingga daerah kesulitan dalam mengembangkan sektor kepariwisataan dengan hanya mengandalkan alokasi anggaran APBD Pemkab/Pemkot.

Pernyataan tersebut juga dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Makassar Rusmayani Madjid mengenai dukungan Pemprov di sektor kepariwisataan.

Menurut dia, sektor pariwisata dapat berjalan dengan baik jika ditunjang dengan promosi yang optimal, dan peranan Pemprov dinilai sangat penting untuk itu.

"Termasuk dalam mendukung sejumlah kegiatan kepariwisatan di Kota Makassar misalnya, karena sebagai ibukota provinsi menjadi ikon Sulsel," katanya.

Sementara itu, Suardi mengatakan, program kepariwisataan Sulsel dengan mendukung Pemda, harus terukur dan tepat sasaran, sehingga tidak menimbulkan hanya menghabiskan anggaran.

Sebagai gambaran, festival bahari di Kabupaten Bulukumba, Sulsel pekan lalu, dinilai sebagian kalangan hanya menghabiskan anggaran tanpa ada hasil yang optimal.

Padahal, jika anggaran ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah itu dialokasikan untuk memperbaiki sarana transportasi ke lokasi wisata Tanjung Bira atau pembuatan perahu tradisional "Phinisi" itu akan lebih baik.

"Dampaknya akan lebih lama dan dapat mendorong wisatawan berkunjung ke lokasi wisata bahari itu," katanya.

Fenomena lainnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo selalu mengkampanyekan untuk menjual potensi budaya dan situs-situs purbakala, namun Kuburan Raja-Raja Tallo hingga kini masih terbengkalai, karena kendala pendanaan dan pengelolaan yang profesional. [ndis]

KOMENTAR SERUU