Subak Bali

Denpasar, Seruu.Com - Adanya usulan subak menjadi warisan budaya dunia telah mendongkrak kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke salah satu kawasan Subak atau saluran irigasi pertanian tradisional yang dinilai yakni kawasan terasering persawahan Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali.

"Sejak mulai diusulkan menjadi warisan budaya dunia pada tahun 2002, kawasan Jatiluwih memang sudah banyak yang mengunjungi. Kami akan lebih bangga lagi apabila Subak ditetapkan menjadi warisan budaya dunia," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabanan, Wayan Adnyana, di Denpasar, Sabtu (30/6/2012).

Ia mengatakan bahwa kawasan Jatiluwih rata-rata per harinya telah dikunjungi lebih dari seratus orang wisatawan mancanegara yang sebagian besar merupakan wisatawan Eropa. Hal itu belum termasuk rombongan wisatawan domestik dan pelajar yang mengunjungi Jatiluwih. Tren peningkatan kunjungan wisatawan itu dinilai cukup signifikan jika dibanding tahun sebelumnya.

Sebagian besar wisatawan merasa penasaran dengan keindahan kawasan terasering pertanian yang berundak-undak.

Menurutnya beberapa tahapan dan proses yang sangat panjang telah dilalui untuk menindaklanjuti usulan sebagai sebuah warisan budaya dunia.

Setelah usulan tahun 2002, pemerintah daerah dan akademisi dari Universitas Udayana kemudian mengkaji kawasan itu untuk selanjutnya dibawa ke tingkat provinsi, pusat, hingga ke Badan PBB bidang Pendidikan, Pengetahuan, dan Budaya atau UNESCO yang lebih intensif pada tahun 2008.

Saat ini komite sidang UNESCO sedang membahas subak sebagai kandidat penerima warisan budaya dunia yang dilaksanakan di Saint Petersburg, Rusia dan rencananya akan digelar hingga 6 Juli mendatang.

Jika Subak menjadi warisan budaya dunia, lanjut Adnyana, hal itu diharapkan memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat khususnya petani. [ant/rn]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU