Wakatobi (Istimewa)

Wangiwangi, Sultra, Seruu.com - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun ini membangun Museum Terapung di Desa Mola Bahari, Kecamatan Wangiwangi Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi, Tawakal mengatakan dana pembangunan Museum Terapung tersebut sebesar Rp1,5 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Wakatobi tahun 2012.

"Kita namakan Museum Terapung karena gedung mesun itu dibangun di tengah laut dengan menggunakan tiang pancang dari besi cor," katanya.

Menurut dia, Museun Terapung itu dibangun untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah dan simbol-sombol budaya masyarakata Wakatobi, baik masyarakat Wakatobi pada umumnya maupun warga suku Bajo Wakatobi.

Selain itu, juga akan menjadi tempat penyimpanan koleksi berbagai jenis bioata laut yang menghuni alam bawah laut kawasan wisata bahari Wakatobi.

"Di Mesum itu, juga akan dipajang hasil-hasil kerajinan para pandai besi seperti parang tradisional dan perkakas pertanian atau alat-alat dapur dari bahan besi," katanya.

Diharapkan ujarnya, melalui Mesum Terapung ini, pengunjung dapat mengetahui berbagai tradisi budaya masyarakat Wakatobi termasuk etnis Bajo di masa lampau dan perkembangan dari masa ke masa.

"Berbagai tradisi budaya termasuk benda-benda bersejarah yang akan dipajang di mesuem ini, bisa merekonstruksi kehidupan masyarakat Wakatobi masa lampau," katanya.

Tawakal mengatakan, di masa lampau, wilayah kepulauan dikenal dengan kepulauan Tukang Besi dan menjadi bagian dari wilayah administrasi Kesultanan Buton.

Berubah nama menjadi Wakatobi setelah wilayah yang terdiri dari empat pulau besar di sebelah timur Pulau Buton itu, mekar menjadi kabupaten otonom baru di Sultra tahun 2004.

Nama Wakatobi sendiri diambil dari akronim nama empat pulau yang membentuknya, yakni Pulau Wangiwangi, Kaledupa, Tomia dan Pulau Binongko.[ant/ast]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (1 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU