Foto Ilustrasi
Dengan diadakannya TIME secara berkala, para buyer mancanegara tersebut juga dapat melihat potensi pasar dan membuka pasar wisata baru di pasarnya masing-masing - Meity Robot

Jakarta, Seruu.com -  Bandar Lampung kembali menjadi tuan rumah TIME, yang akan berlangsung pada tanggal 9 – 12 Oktober 2012 di Graha Wangsa setelah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) atau Pasar Wisata Indonesia (PWI) tahun lalu.

Di tahun ke 18, IME diselenggarakan oleh Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta seluruh komponen pariwisata di Indonesia akan dilaksanaan bersamaan dengan Festival Krakatau 2012 yang merupakan event tahunan terbesar di propinsi Lampung.

Menurut Chairperson TIME 2012, Meity Robot, penyelenggaraan TIME sejalan dengan program pemerintah “Wonderful Indonesia” karena tujuannya untuk meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional dan melanjutkan promosi industri pariwisata Indonesia di pasar dunia.

"Dengan diadakannya TIME secara berkala, para buyer mancanegara tersebut juga dapat melihat potensi pasar dan membuka pasar wisata baru di pasarnya masing-masing", kata Meity dalam siaran tertulisnya Kamis 14 Juni 2012 kemarin.

Lanjut Meity, “Pelaku usaha wisata beserta industri pendukungnya di seluruh Indonesia kita dorong untuk berpartisipasi pada TIME 2012 dan memanfaatkan secara maksimal potensi yang ada dalam ajang pariwisata berkonsep business to business ini. Melalui event ini, diharapkan seluruh daerah di Indonesia mampu mengoptimalkan potensi pariwisata masing-masing", paparnya.

TIME sebagai satu-satunya ajang pariwisata di Indonesia yang mengusung konsep business to business adalah wadah pertemuan bagi para pelaku usaha wisata dan industri pendukungnya di Indonesia (seller) untuk mempromosikan berbagai produk dan jasa wisata di dalam negeri kepada pebisnis wisata dari mancanegara (buyer).

TIME telah tercatat dalam kalendar internasional travel mart bersama dengan ITB Berlin, WTM London, Arabian Travel Mart (ATM), PATA Travel Mart, dan lain-lain. TIME 2012 akan menampilkan seluruh daerah tujuan wisata, termasuk daerah tujuan wisata populer, obyek wisata, dan pengembangan produk baru.

“Perpindahan tempat penyelenggaran TIME ke Bandar Lampung selama dua tahun berturut-turut , yaitu 2011 dan tahun ini bertujuan untuk mempromosikan Lampung ke pasar internasional serta mendorong perbaikan dan peningkatan infrastruktur, fasilitas pariwisata, dan obyek wisata di wilayah tersebut sehingga dapat menjadi salah satu tujuan wisata dunia.


Hal ini dapat menarik minat kedatangan wisatawan mancanegara ke wilayah Lampung dan pada akhirnya tidak hanya akan mendorong pertumbuhan pembangunan sektor pariwisata, namun juga sektor-sektor pendukungnya di propinsi Lampung, seperti pembangunan hotel baru dan obyek pariwisata lainnya”.

Penyelenggaran TIME tahun lalu di Bandar Lampung berjalan sukses, dihadiri oleh oleh 77 buyer dari 27 negara dengan lima besar buyer terdiri dari Belanda,
India, USA, Indonesia, Korea, dan Singapore. TIME 2011 juga dihadiri oleh 84 seller dari 64 perusahaan dari berbagai propinsi di Indonesia, sebagian besar
dari Jakarta, Bali, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara. Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Prosentase seller berdasarkan industrinya, Hotel, Resort & Spa (75%), Badan Promosi Pariwisata 10%), Tour Operator/Travel Agent (7%), Adventure/Activity Holiday (3%), Airline (1.5%), dan lain-lain (Hotel Management, Tourism Board, Tourism Organizations & Travel Portal) (8.5%) TIME 2011 membukukan estimasi transaksi senilai USD 15.7 juta, atau turun kira-kira 10% jika dibanding TIME tahun sebelumnya di Lombok, NTB.

“Terjadinya penurunan nilai estimasi transaksi pada TIME tahun lalu di Lampung lebih disebabkan oleh keterbatasan logistik karena Bandar Lampung baru pertama kali menjadi tuan rumah ajang pariwisata berskala internasional. Namun demikian, kami melihat sejumlah buyer baru pada TIME tahun lalu, yaitu dari Slovakia, Mexico, Czech Republic, Phillippines, dan Thailand. Kami juga melihat bahwa hampir sebagian besar seller baru pertama kali mengikuti TIME, termasuk seller dari propinsi Lampung,” tutup Meity.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU