letusan gunung lokon

Tomohon, Seruu.Com - Letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, pukul 18.10 WITA tidak sampai mengganggu aktivitas warga.

"Memang kami tidak sempat melihat ada debu yang keluar dari kawah Tompaluan sehingga tidak terlalu terpengaruh. Lain lagi kalau letusannya besar dan warga sudah mulai diungsikan ," kata Stevie S, warga Kelurahan Kinilow I, Kecamatan Tomohon Utara, di Tomohon, Kamis (7/6/2012).

Hal serupa dikatakan Joseph K, warga kampung, yang saat terjadi letusan berada di areal penambangan batu di Kelurahan Kinilow.

Joseph bersama dengan warga lainnya masih melakukan aktivitas walaupun sempat melihat langsung material debu yang disemburkan dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon.

"Debunya tidak terlalu tinggi. Tapi kami tetap waspada," ungkapnya.

Sementara itu di daerah permukiman Kelurahan Kinilow dan Kinilow Satu, letusan kecil menjadi tontonan warga kampung yang berdiri berkelompok di jalan atau di tanah lapang.

"Baru sekarang lagi dia meletus. Padahal beberapa waktu lalu petugas gunung api mengatakan sementara terjadi peningkatan aktivitas," kata Junike Agustin, warga Kelurahan Kinilow Satu.

Staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Warno mengatakan, biasanya bila akan terjadi letusan sering diiringi dengan meningkatnya frekwensi kegempaan vulkanik.

"Frekwensi kegempaan bahkan mulai menurun dan hanya terekam enam kali. Memang kami sempat merekam sembilan kali gempa embusan," ungkapnya.

Dia mengatakan, status Gunung Lokon masih siaga level III dengan radius bahaya 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan.

Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, terakhir meletus tanggal 1 Mei 2012.

Sempat terjadi beberapa kali peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik namun tidak disertai dengan letusan.

Letusan pukul 18.10 WITA mengeluarkan material debu vulkanik setinggi 600 meter dan diperkirakan jatuh ke arah timur laut Gunung Lokon. [ant/er]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU