Berburu Celeng

Seruu.com - Bagi masyarakat petani kerinci di Jambi, babi hutan merupakan hama yang tidak pernah musnah , dikarenakan berkembang biak dengan cepat dan secara berkala petani kerinci menggelar perburuan celeng sekali dalam sepekan.

Para Petani menggelar perburuan tradisional setiap hari Jumat ke ladang-ladang, semak belukar dan hutan disekitar kampung dan ladang masyarakat, dimana perburuan selalu disertai oleh anjing-anjing piaraannya dan celeng yang berhasil ditangkap dagingnya dibagi-bagikan kepada setiap pemburu untuk jadi santapan anjing-anjing pemburu tersebut.

Masalahnya, masyarakat Kerinci adalah muslim yang haram memakan daging babi, karenanya daging tersebut hanya dikonsumsi oleh anjing-anjingnya.

Berburu Celeng (Babi hutan) bisa dijadikan paket wisata yang menarik , sangat unik dan khas, sehingga layak  ditawarkan kepada para wisatawan.

Perburuan yang digelar setiap hari Jumat tersebut dilakoni para petani sebagai salah satu bentuk olahraga memacu adrenalin dan berkompetisi menangkap buruan, selain itu juga sebagai sarana interaksi sosial antarindividu masyarakat.

Setiap perburuan diprakarsai oleh Persatuan Olahraga Buru Babi Indonesia (PORBI) yang kini telah ada di setiap desa. Tidak jarang pula antar PORBI tersebut menggelar perburuan massal atau bersama-sama jika di satu kawasan terjadi peningkatan populasi babi hutan yang cukup tinggi.

Selain di Kerinci, di berbagai daerah lainnya seperti di Sumbar dan Sumut, juga hidup tradisi berburu babi serupa, namun dengan adanya aturan yang dipatuhi setiap pemburu tersebut, perburuan babi di Kerinci menjadi salah satu bentuk tradisi yang lebih esensial

KOMENTAR SERUU