Soto ikan khas Banjarnegara. Berbeda dengan soto khas Sokaraja atau soto pada umumnya, rasa ikan patin lebih mendominasi (Foto: Prayitno/Seruu.com)
Silahkan bagi siapa saja yang ingin mencoba untuk mampir di tempat kami, kami jamin pembeli akan terkenang akan rasanya. Harga pun cukup murah Rp 8.000;-/porsi - Siti Ulfah

Banjarnegara, Seruu.com  - Satu lagi kuliner khas, soto ikan hadir memperkaya kekayaan kuliner di  Banjarnegara (Jateng). Kehadirannya diresmikan berbarengan dengan launching galeri Kuliner dan Oleh-oleh Barasnack di Jl. Raya Purwokerto – Wonosobo, tepatnya di seberang Balai Desa Gumiwang, Jum’at (18/5/2012). “Soto Ikan ini kami sebut khas, karena di Banjarnegara adanya cuma di Gumiwang ini” kata Siti Ulfah, pemilik warung soto ikan.

Soto Ikan, jelas Siti Ulfah, menggunakan bahan baku khusus ikan patin karena karakter dagingnya yang kenyal dan berasa gurih. Sementara untuk bahan-bahan campurannya, lanjutnya, masih sama dengan soto lain seperti mie bihun, kupat, dan bahan-bahan untuk soto pada umumnya. Kuah soto kami buat juga dengan resep berbahan baku ikan patin yang kami jamin rasanya tidak kalah sedap dengan kepala Kakap yang sudah terkenal itu.

“Silahkan bagi siapa saja yang ingin mencoba untuk mampir di tempat kami, kami jamin pembeli akan terkenang akan rasanya. Harga pun cukup murah Rp 8.000;-/porsi,” katanya.

Pemimpin Managemen Barasnack yang sekaligus suami Siti, Agus Santoso, menyatakan kehadiran menu baru soto ikan ini tidak lepas dari pengalamanya selama ini melanglang buana ke hampir seluruh wilayah Indonesia dan menikmati berbagai jenis kuliner di berbagai daerah tersebut.

Dari pengalamannya tersebut, lanjutnya, ada kegelisahan yang mengendap di benaknya saat menjumpai kondisi daerah asalnya, Banjarnegara ini gudangnya ikan, namun potensi tersebut belum digarap maksimal. Kegelisahannya ini melahirkan upaya untuk memanfaatkan potensi tersebut bersama istrinya, maka lahirlah Soto Ikan dengan resep keluarganya. “Selain kaya rasa, menu Soto Ikan ini juga kaya gizi” ungkapnya.

Wakil Bupati Banjarnegara Drs. Hadi Supeno, M.Si, yang ikut juga menyantap perdana soto ikan ini mendukung upaya kreatif masyarakat dalam mengembangkan kekayaan lokal.

“Kekayaan kuliner seperti halnya Soto Ikan ini bila dikemas dengan baik dapat dijadikan daya tarik wisata kuliner yang mendukung pengembangan pariwisata di Banjarnegara” kata Hadi Supeno.

Selain itu, lanjutnya, menu baru jenis olahan ikan ini juga dapat untuk mendorong kampanye pemerintah gemar makan ikan. Apalagi dengan tampilan menarik dan rasa yang enak.

Saat ini, kata Hadi, konsumsi ikan masyarakat Banjarnegara masih rendah yaitu 10,74 kg/kapita/tahun. Masih jauh dari rata-rata Jawa Tengah 16,21 kg/kapita/tahun dan rata-rata nasional yang mencapai 31,04 kg/kapita/tahun. “Padahal produksi ikan konsumsi di Banjarnegara cukup berlimpah” katanya.

Menurut Hadi kampanye gerakan makan ikan ini sangat baik digalakan karena manfaaatnya yang besar bagi generasi mendatang. Ikan sangat baik dikonsumsi bagi ibu-ibu hamil dan anak-anak.

“Konsumsi ikan ini sangat baik bagi perkembangan anak, karena selain banyak mengandung protein, ikan juga mengandung omega 3 yang bermanfaat bagi perkembangan kecerdasan anak” katanya. [py]

KOMENTAR SERUU