Ikan Pora-pora Danau Toba

Samosir, Seruu.Com - Ikan pora-pora dari perairan Danau Toba yang dijual beberapa pedagang di pasar tradisional Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara banyak diminati para wisatawan lokal untuk dibawa sebagai oleh-oleh.

"Cukup banyak wisatawan lokal yang membeli ikan pora-pora untuk dibawa sebagai oleh-oleh dari kunjungan perjalanan mereka dari daerah ini," kata Ambarita, 38, pedagang ikan pora-pora, di Pasar Pangururan, Senin (7/5/2012).

Menurut dia, ikan pora-pora itu banyak diminati wisatawan, karena rasanya yang khas bila digoreng dengan cita rasa berbeda jika dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya dari perairan Danau Toba.

Produksi Ikan Pora-Pora di kawasan Danau Toba bisa mencapai 40 ton per hari, namun selama ini masih diperdagangkan secara tradisional serta menjadi salah satu menu andalan pada sejumlah rumah makan di daerah objek wisata pulau Samosir sekitarnya.

Menurut Ambarita, ikan tersebut sangat potensial dikembangkan di Danau Toba, dan hasil tangkapan nelayan setempat bisa mencapai sekitar 20 ton per hari, dengan harga jual berkisar Rp3.000 per kg dalam kondisi basah dan jika sudah diolah atau dikeringkan bisa dijual dengan harga Rp6.500 per kg

"Lingkungan perairan Danau Toba diduga sangat sesuai sebagai habitat untuk budidaya ikan bernilai ekonomis tinggi dengan rasa yang cukup gurih tersebut," ujarnya.

Dikatakannya, ikan tersebut jenisnya sama dengan ikan bilih di Danau Singkarak Sumatra Barat, tetapi jika ukurannya dibandingkan, ikan yang hidup di perairan Danau Toba relatif lebih besar.

Sitanggang, 35, seorang pedagang lainnya menyebutkan, biasanya para wisatawan membeli ikan itu dalam jumlah yang cukup banyak sebagai oleh-oleh khas untuk dibagikan kepada keluarganya.

Jika dicermati, kata dia, produksi ikan itu cukup banyak, tetapi nilai jualnya agak rendah, karena masyarakat setempat belum mampu mengolah dalam bentuk makanan lain seperti di Sumatra Barat, yang dijadikan sebagai penganan menarik dengan harga jual yang lumayan.

Menurut dia, potensi pengembangan ikan tersebut cukup menjanjikan dalam membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan pendapatan, sebab selain dijual dalam bentuk makanan yang sudah diolah, ikan mentah yang masih segar juga dikirim ke berbagai daerah, seperti Pekanbaru dan Sumatra Barat.

"Hampir sekitar 75 persen hasil tangkapan ikan pora-pora dari Danau Toba dikirim ke berbagai daerah di luar Sumatra Utara," kata Sitanggang.

KOMENTAR SERUU