Pulau Maratua (Istimewa)

Seruu.com - Pulau Maratua bagai ‘surga’ para penyelam. Keindahannya menjadi daya tarik bagi para penikmat keindahan dunia bawah laut. Bahkan Pangeran William pun juga kepincut.

Dunia bawah laut Indonesia begitu memesona dan telah memikat hati penyelam kelas dunia dari pelbagai negara. Posisi perairan laut Indonesia yang berada di pusat Segitiga Terumbu Karang Dunia membuatnya memiliki keanekaragaman varietas karang dan biota laut terbanyak di dunia. Tak heran surga bawah air di Indonesia sangat diminati para penyelamnya.

Salah satu yang menjadi primadona adalah Pulau Maratua. Pulau Maratua dalam masyarakat Bajau –yang mengaku berasal dari Filipina– disebut sebagai `Malatua` atau Kayu Tuba, sejenis kayu beracun yang biasa digunakan nelayan setempat dalam menangkap ikan. Pulau yang terletak di Kepulauan Derawan ini ternyata pernah dikunjungi oleh Pangeran William anak tertua Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris beberapa waktu lalu. Ia menginap di pulau yang indah ini selama dua minggu. Suami dari Kate Middleton ini memang penyuka dunia bawah laut. Di Pulau Maratua ini cukup dengan menyelam dua meter maka pemandangan bawah laut sudah bisa dinikmati.

Penyu dan ubur-ubur air payau menjadi daya tarik tersendiri. Penyu di sini bermigrasi 25 tahun dan kembali lagi ke Maratua sebagai tempat makan dan bertelur. Di tempat lain penyu ini hanya untuk bertelur atau makan tetapi di Maratua, keduanya dilakukan. Sementara itu, Pulau Kakaban merupakan rumah bagi ubur-ubur air payau. Ubur-ubur jenis ini hanya ada di Indonesia dengan ciri khasnya adalah terbalik dan bila tersentuh tidak menimbulkan gatal.

Pemandangan di Maratua sungguh indah. Semburat warna kemerahan di ufuk barat membuat horizon pesisir Pulau Maratua bak lukisan alam nan indah. Dari sebuah resort lepas pantai, pemandangan sunset, tampak memukau. Pesona inilah yang membuat pelancong betah berlama-lama duduk di teras resort di Maratua. Bahkan kenikmatan memandang laut lepas bisa dirasakan sepanjang hari, ditemani kopi dan santapan seafood segar.

Maratua termasuk pulau terluar di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau ini menjadi tujuan wisata terkenal dengan objek wisata bahari. Wisatawan mancanegara sering berkunjung ke pulau ini untuk snorkeling maupun diving. Tak heran bila Pulau Maratua dikenal dengan sebutan Paradise Island, pulau surga bagi para diver dan pemburu wisata kelautan.

Transportasi

Untuk menuju Pulau Maratua, diperlukan waktu cukup lama. Dari Balikpapan, bisa naik pesawat hingga Tanjung Redeb, ibu kota kabupaten Berau. Dilanjutkan dengan menyewa speed boat ke Pulau Maratua, dengan waktu tempuh sekitar 3 hingga 4 jam. Jika ingin melalui Tanjung Batu, ibu kota Kecamatan Pulau Derawan, terlebih dulu melalui jalur darat yang dapat ditempuh 2 jam perjalanan dari Tanjung Redeb. Setelah itu menggunakan speed boat sekitar 30 menit lebih.

Pulau ini berbatasan dengan Malaysia dan Filipina. Maratua terdiri dari empat kampung, yaitu Kampung Tanjung Harapan Bohebukut, Teluk Alulu, Bohesilian dan Payung Payung. Suku yang bermukim di Maratua mayoritas suku Bajo, yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan.

Sebagai salah satu kecamatan terjauh di Berau, pembangunan infrastuktur di pulau yang berpenduduk sekitar 3.168 jiwa ini tidak begitu maju. Infrastruktur jalan hanya sedikit yang beraspal, lebarnya pun hanya tiga meter, jalan itu hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Namun, karena tidak ada kendaraan roda empat di pulau ini, maka lebar jalan yang hanya 3 meter sudah cukup.

Di pulau seluas 2.282,46 hektare itu hanya ada kendaraan roda dua saja sebagai alat transportasi warga. Untuk berpergian dari kampung satu ke kampung lain, warga harus lebih banyak melalui jalan setapak dengan sepeda motor.

Kendati pembangunan infrastruktur belum maju, namun Maratua telah menjadi tujuan wisata bahari dunia. Jarak serta besarnya biaya yang dikeluarkan untuk berlibur di pulau yang menjadi “surga” para penyelam ini terbayar dengan keindahan bawah lautnya dan eloknya panorama lepas pantai di kala dini dan senja hari. Hamparan laut lepas dan pasir putih memang menjadi daya tarik Maratua.

Ironisnya, justru investor wisata bahari dari Malaysia yang tertarik membuka resort di Maratua. Penginapan setara hotel bintang empat itu berjuluk Maratua Paradise Resort. Dalam brosurnya, pengelola menyebut resort berada di Borneo (bukan Kalimantan). Apakah ini indikasi bahwa Maratua bakal diakui sebagai wilayah Malaysia?

Karena merupakan tempat wisata bahari yang elok, Maratua seharusnya mendapat perhatian khusus, baik oleh Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat. Apalagi keberadaan pulau ini yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Filipina. Jangan sampai pulau eksotik ini terlepas dari Indonesia, seperti lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan.

“Di Maratua sudah bermukim masyarakat Berau sejak puluhan tahun silam. Saya yakin Maratua tidak akan dicaplok oleh negara tetangga atau orang asing. Apalagi di Maratua sudah ada Polsek dan Koramil yang siap mengamankan pulau ini,” ujar Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai. Kendati demikian, Rifai pun tetap mengajak warga di Maratua untuk waspada agar tak dicaplok asing.[ast]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU