Gunung Semeru (Istimewa)
"Kami menerima informasi tentang penurunan status Gunung Semeru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung melalui faksimile pada Kamis (3/5/2012),"

Lumajang, Seruu.com - Aktivitas vulkanologi Gunung Semeru (3.676 mdpl) di Jawa Timur turun sehingga instansi berwenang menurunkan status gunung itu dari Siaga menjadi Waspada.

"Kami menerima informasi tentang penurunan status Gunung Semeru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung melalui faksimile pada Kamis (3/5/2012)," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hariyanto, Jumat (4/5/2012).

PVMBG menetapkan status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang itu turun dari Siaga menjadi Waspada sejak Rabu (2/5/2012) pukul 13.00 WIB karena aktivitas kegempaan dan visual gunung tersebut menurun selama beberapa pekan terakhir.

"Status Gunung Semeru sempat naik dari Waspada menjadi Siaga sejak 2 Februari 2012, namun alhamdulillah pekan ini statusnya menurun lagi menjadi Waspada," tuturnya.

Menurut Hariyanto, BPBD Lumajang sudah menyampaikan informasi penurunan status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kepada Camat dan Kepala Desa yang wilayahnya berada di lereng Gunung Semeru yakni Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, Tempeh, Tempursari, dan Pasrujambe

"Meski statusnya turun, saya tetap mengimbau masyarakat di lereng Semeru untuk tetap waspada terhadap aktivitas gunung api itu dan ancaman bahaya lahar dingin," katanya.

Ia menjelaskan rekomendasi PVMBG terkait dengan penurunan status Semeru yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius sejauh 4 km di seputar lereng tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Jongring Seloko sebagai alur luncuran awan panas.

"Dalam status Waspada, Gunung Semeru masih sering terjadi letusan, sehingga masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah aktif karena terancam bahaya lontaran material vulkanik dan pendakian direkomendasikan hanya sampai Pos Kalimati saja," paparnya.

Selain itu, masih banyak endapan material vulkanik lepas hasil letusan terdahulu di sekitar kawah dan puncak Semeru.

Jika terjadi hujan di daerah puncak, masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan beraktivitas di dalam Sungai Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang agar selalu berhati-hati karena dapat terancam bahaya aliran lahar dingin.

"Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang meresahkan terkait dengan aktivitas Semeru karena BPBD akan menyampaikan informasi yang benar kepada perangkat desa dan pihak muspika," ujarnya menambahkan.

Sementara data yang dirilis PVMBG dalam situsnya menyebutkan bahwa pengamatan visual masih teramati letusan asap dengan warna putih kelabu tebal dengan tinggi mencapai 100-500 meter dari puncak dan sering diikuti dengan lontaran material vulkanik.

Jumlah gempa tremor pada bulan April 2012 mengalami penurunan dan energinya tidak signifikan bila dibandingkan dengan bulan Maret 2012. Selama bulan April 2012 tidak teramati sinar api atau api diam di kawah Jongring Seloko, tetapi indikasi pertumbuhan kubah lava masih teramati.[ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU