Seni Ukir Akar Pohon (Istimewa)

Tulungagung, Seruu.com - Kerajinan ukiran alat kelengkapan rumah tangga buatan warga Tulungagung, Jawa Timur, kini menembus pasar Eropa.

Fajar, perajin seni ukir akar pohon jati di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Rabu (2/5/2012), menjelaskan pesanan dari luar negeri untuk barang kerajinan yang bahan bakunya berasal dari akar pohon jati itu semakin meningkat.

"Saat ini ada sekitar 500 unit pesanan dari sejumlah negara di Eropa," katanya menjelaskan.

Fajar bersama temannya Khairul menekuni kerajian seni ukir akar kayu jati ini sejak 15 tahun lalu. Awalnya dia bergerak di bidang kerajinan ukir biasa. Namun, karena pangsa pasarnya menurun, kemudian beralih pada jenis kerajinan akar kayu jadi.

Semua alat kelengkapan rumah tangga, seperti kursi, meja, dan wastafel, kata dia, semuanya terbuat dari kayu akar jati.

"Mereka banyak memesan kerajinan ukiran jenis wastafel, selain kursi dengan negara tujuan Belanda dan Inggris," kata Fajar.

Rata-rata pesangan kerajinan akar pohon jati ini 40--50 unit per bulan dengan harga bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga Rp5 juta.

"Kalau yang Rp100 ribu seperti tempat sisir. Kalau yang mencapai Rp5 juta seperti kursi," ucap Fajar.

Di tempat kerjanya di Desa Bantaran ini, Fajar sebenarnya hanya salah satu dari dari dua pekerja tetap di sebuah usaha dagang milik kerajinan akar kayu milik Muhammad Ali, warga setempat.

Sementara, Muhammad Ali sendiri sebenarnya penerus usaha akar jati yang dirintis ayahnya, Purnomo. Awalnya, pada tahun 1992, usaha mebel yang digeluti Purnomo yang telah berjalan bertahun-tahun itu terhenti karena bahan baku dengan harga jual mebel tak lagi sebanding. Lalu, muncul ide menggunakan akar pohon jati sebagai bahan baku.

Ternyata, usaha yang digeluti dengan memanfaatkan limbah akar jati ini mendapat tanggapa positif dari pasar.[ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU