Ilustrasi (Istimewa)
"Terjadi peningkatan jumlah rumah tidak layak huni di daerah kita karena masyarakat semakin terbuka untuk menyampaikan bahwa mereka hidup di tengah kekurangan,"

Denpasar, Seruu.com - Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Ketut Susrama menyampaikan, berdasarkan pendataan hingga akhir 2011 di Pulau Dewata terdapat 15.385 rumah tidak layak huni.

"Terjadi peningkatan jumlah rumah tidak layak huni di daerah kita karena masyarakat semakin terbuka untuk menyampaikan bahwa mereka hidup di tengah kekurangan," kata Susrama hari ini di Denpasar.

Ia mengatakan, semula berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali pada 2009 disebutkan bahwa terdapat 13 ribu lebih rumah tak layak huni yang ditempati oleh rumah tangga miskin (RTM) di Pulau Dewata.

"Data terakhir kami peroleh melalui pendataan ulang dengan bantuan dari pemerintah kabupaten/kota," ucapnya.

Walaupun terjadi peningkatan data jumlah rumah tak layak huni, ia optimistis hingga akhir 2012 akan tercapai 4.011 rumah yang telah "terbedah" melalui program bedah rumah Pemprov Bali.

"Kami juga optimis hingga 2013 akan terdapat sekitar 5.000 rumah yang berhasil dibedah sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bali," ujarnya.

Ia menambahkan, di Provinsi Bali, selain ada program bedah rumah yang tahun ini tiap rumah mendapat biaya "pembedahan" Rp20 juta dengan sistem swakelola, juga terdapat program bantuan bahan bangunan dari Kementerian Sosial dan rehab rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat.

Program dari Kementerian Sosial membantu memberi bahan-bahan bangunan senilai Rp10 juta sesuai dengan kebutuhan, sedangkan program Kemenpera memberikan bantuan rehab senilai Rp5 juta.

Hingga akhir 2011 program bedah rumah di Bali telah menyasar 2.954 unit dengan rincian sebanyak 2.461 unit dibiayai melalui APBD Bali dan sisanya 493 merupakan bantuan tanggung jawab sosial (CSR) dari berbagai perusahaan dan BK3S Bali. [ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU