Bali (Istimewa)

Denpasar, Seruu.com - Sektor pariwisata masih menjadi andalah pemerintah daerah di Bali dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
 

Ketua Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Provinsi Bali Jro Mangku Gde Suwena Putus Upadesa mengatakan dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan, daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri ke Bali adalah adat dan budaya, menyusul keindahan panoraman alam.

Menurut dia, pendapatan sektor pariwisata dari tiga kabupaten yang meliputi Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar selama ini mampu menopang pendapatan asli daerah.

"Pendapatan sektor pariwisata itu didominasi dari pajak hotel dan restoran yang dipungut dari wisatawan yang menginap di hotel serta makan dan minum di restoran," ujar Gde Suwena.

Pembangunan hotel berbintang di Bali selama ini paling banyak di wilayah Kabupaten Badung yang meliputi kawasan Nusa Dua, Jimbaran, dan Kuta, menyusul kawasan Sanur, Kota Denpasar, dan perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar.

"Dalam pengembangan pariwisata Bali di masing-masing kabupaten/kota, awalnya tidak ada pembagian wilayah, semuanya berawal dari potensi Bali secara keseluruhan," tutur Gde Suwena.

Namun yang membedakan adalah perkembangan kepariwisataan antarkabupaten/kota di daerah ini adalah ketersediaan fasilitas dan sarana pendukung kepariwisataan.

"Berkat hotel dan restoran hanya terkonsentrasi pada tiga daerah yang meliputi Badung, Gianyar dan Denpasar menjadikan ketiga daerah itu mengalami perkembangan yang pesat dibanding enam daerah lainnya," tutur Gde Suwena.[ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU