situs Rumah Bung Karno di Kelurahan Anggut Kota Bengkulu

Bengkulu, Seruu.Com - Tim pemugaran dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi, memeriksa situs Rumah Bung Karno di Kelurahan Anggut Kota Bengkulu guna mengumpulkan data kerusakan benda cagar budaya tersebut.

"Kami melakukan pemeriksaan kondisi situs dalam rangka pengumpulan data kerusakan (terkait proses pemugaran)," kata Ketua tim, Yanto Manurung, Sabtu (21/4).

Ia mengatakan, pengumpulan data kerusakan sudah dilakukan selama tiga hari untuk mendapatkan masukan mengenai kondisi umum dari bangunan secara keseluruhan. Dari hasil pengumpulan data itu, menurutnya, ditemukan sejumlah kerusakan atas bangunan yang 80 persen masih berbahan asli tersebut.

"Terutama kondisi balok lantai dan sejumlah kusen yang terbuat dari kayu, kondisinya sudah lapuk dimakan usia," paparnya.

Selain itu, lanjutnya, kanopi bagian belakang rumah yang ditempati Bung Karno selama menjalani pengasingan di Bengkulu pada 1938 hingga 1942 itu, juga diputuskan sudah layak diperbaiki. Namun, secara keseluruhan, demikian Yanto Manurung, kondisi stuktur bangunan masih bagus, karena bahan bangunan yang digunakan merupakan material terbaik pada masa itu.

"Kami perkirakan tidak akan sampai terjadi pemugaran, tapi istilah dalam arkeologi adalah konsolidasi atau perbaikan di bagian-bagian tertentu," urainya.

Sesuai kaidah perlakuan terhadap benda cagar budaya, menurutnya, tidak boleh mengubah warna asli, tata letak, dan keaslian bahan. Rumah Bung Karno terakhir kali dipugar pada 1981 hingga 1985.

Sesudah kejadian gempa besar berkekuatan 7,3 skala Richter melanda Bengkulu pada 2000, dilakukan juga rehab (kecil) pada bagian tertentu.

"Setelah itu memang tidak ada pemugaran atau rehabilitasi, sehingga hasil pengumpulan data kerusakan ini nanti akan menjadi dasar perlakuan terhadap rumah bersejarah itu," katanya.

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (2 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU