Jeffrey Polnaja (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian “Ride for Peace”, yang dipelopori oleh Jeffrey Polnaja, dalam mempromosikan Indonesia di berbagai negara. Kemenlu juga mendukung pesan perdamaian yang selalu dibawa seraya memperkenalkan Indonesia di setiap negara yang dilalui.

Demikian dikatakan  Direktur Informasi dan Media, P.L.E. Priatna meneruskan saat Menlu Marty Natalegawa jumpa pengendara motor yang telah tiga kali mengelilingi dunia, Jeffrey Polnaja di Pejambon, Jakarta, Selasa (17/4/2012) kemarin.

Menurut Menlu Marty, pesan yang dibawa oleh tim “Ride for Peace” sejalan dengan prinsip Politik Luar Negeri Indonesia, “Waging for Peace” atau mengobarkan perdamaian. “Menlu menyampaikan bahwa seperti hal nya mengobarkan perang, kita pun harus senantiasa mengobarkan perdamaian pada tataran global,” demikian diteruskan Priatna.

Oleh karenanya, Kemlu RI akan selalu siap untuk mendukung misi yang diemban oleh Jefrrey dalam melakukan ekspedisi yang kedua ini. Khususnya melalui bantuan teknis agar ekspedisi ini dapat berjalan secara efektif.

“Ride For Peace” merupakan sebuah ekspedisi yang didedikasikan untuk perdamaian dunia. Saat ini “Ride For Peace” telah mendatangi 72 negara dan 3.805 kota besar di benua Asia, Afrika, dan Eropa. Secara kumulatif, dapat dikatakan bahwa perjalanan yang telah ditempuh oleh Ride for Peace adalah sama dengan 3 kali keliling dunia (sekitar 125000 KM).

Dengan mengendarai sepeda motor (BMW R1150GS Adventure Limited Edition) seorang diri, “Ride For Peace” menyelesaikan perjalanan tahap pertama dalam jangka waktu 2 tahun 7 bulan, sejak 23 April 2006 hingga November 2008.

Dalam kesempatan itu, Jeffrey Polnaja juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kemlu, dalam hal ini, Perwakilan-perwakilan RI di seluruh dunia yang telah membantu kelancaran ekspedisi selama ini.

“Paperwork memang selalu menjadi perkara yang tidak mudah. Namun keberadaan Perwakilan RI di seluruh dunia telah banyak membantu kelancaran misi saya selama ini,” imbuh Jeffrey dalam pertemuan.

Pernah suatu ketika, lanjutnya, saya harus melewati perbatasan yang rawan di Iran, namun saya dapat melewati dengan aman berkat foto dan berita tentang perjalanan saya yang disebarluaskan oleh pihak KBRI kepada otoritas di wilayah perbatasan Iran.

Menanggapi hal tersebut, Menlu RI menyampaikan bahwa pihaknya akan senantiasa membantu kelancaran ekspedisi kedua yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan April ini.

Menlu juga menyampaikan beberapa informasi yang dapat dijadikan sebagai bekal Jeffrey dalam perjalanannya nanti.

“Kami yakin bahwa Jeffrey akan membawa pesan yang positif tentang Indonesia selama menjalankan ekspedisi”, tutur Direktur Priatna meneruskan.

Pada kesempatan itu, sempat ada pertanyaan mengenai pendanaan dan sponsor ekspedisi. Namun Jeffrey menyampaikan bahwa pendanaan ekspedisi ini sepenuhnya berasal dari biaya pribadi dan tidak menerima bantuan dari siapapun.

“Ekspedisi bukan merupakan fund rising dan saya tidak menerima sponsor dalam bentuk apapun”, tegasnya.

Lebih lanjut, menanggapi kurangnya promosi mengenai ekspedisi ini di Indonesia, Menlu Marty menyampaikan bahwa jajarannya akan secara optimal berusaha mempromosikan ekspedisi “Ride for Peace” melalui berbagai media yang ada di Kemlu.

Ekspedisi “Ride for Peace” kedua ini akan melewati berbagai negara dengan medan yang tidak mudah. Rute ekspedisi kedua ini adalah: Belgia – Belanda – Jerman – Polandia – Rusia (Moscow – Siberia) – Mongolia (Ulanbatar) dan diakhiri di Vladivostok, Rusia. [pry]

KOMENTAR SERUU