Gunung Rinjani (Istimewa)
"Jalur pendakian sudah dibuka sejak 1 April, namun tidak bisa mencapai Danau Segara Anak, apalagi puncaknya, karena jalurnya tertutup tanah longsor,"

Mataram Seruu.com - Sebagian jalur pendakian Gunung Rinjani, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, tertutup tanah longsor sehingga para pengunjung belum bisa mencapai Danau Segara Anak, dan puncak gunung.

"Jalur pendakian sudah dibuka sejak 1 April, namun tidak bisa mencapai Danau Segara Anak, apalagi puncaknya, karena jalurnya tertutup tanah longsor," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Agus Budiono, di Mataram, Selasa (17/4/2012).

Seperti biasa jalur resmi pendakian ke Gunung Rinjani dibuka untuk umum setiap tahun pada April hingga Desember.

Pendakian Gunung Rinjani pun telah masuk dalam kalender pariwisata nasional. Pemprov NTB memasukkan kegiatan pendakian Gunung Rinjani atau `Rinjani Race` dalam agenda pariwisata tahunan sejak 2008 untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara satu juta orang di akhir 2012.

Agus mengatakan, sejumlah wisatawan mancanegara sudah mencoba mendaki Gunung Rinjani itu sejak dibuka 1 April lalu, namun hanya sampai di Pos III. Dari posisi itu masih harus mendaki untuk mencapai puncak, dan menurun ke kawasan Danau Segara Anak.

Namun, jalur menuju Danau Segara Anak dan puncak gunung tertutupi tanah longsor, saat musim hujan Januari hingga Maret lalu, sehingga berbahaya jika dipaksakan.

"Pegangan di tebing menuju Danau Segara Anak terlepas akibat tanah longsor beberapa hari lalu. Pengunjung pun takut melewati longsoran itu," ujarnya.

Dengan demikian, pengunjung TNGR belum bisa melakukan pendakian hingga puncak atau mencapai Danau Segara Anak, hingga longsoran itu dibenahi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama membenahi tanah longsor itu, agar pendakian Gunung Rinjani yang diminati banyak wisatawan mancanegara dapat kembali normal," ujarnya.

TNGR merupakan kawasan wisata andalan NTB yang telah dikenali dunia internasional karena pada 2004 menerima penghargaan dunia yakni `World Legacy Award` dari National Geographic sebagai daerah wisata yang berhasil mengembangkan pariwisata berbasis ekowisata.[ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (1 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU