Kawasan Malioboro (Foto: Istimewa)

Yogyakarta, Seruu.COm - Ribuan wisatawan dari berbagai kota memadati kawasan wisata belanja Malioboro Yogyakarta pada libur panjang Paskah.

Mereka tampak memadati mal, toko, dan emperan pertokoan yang dijadikan tempat berjualan pedagang kaki lima, untuk berbelanja oleh-oleh berupa makanan dan cendera mata khas Yogyakarta, Sabtu (7/4).

Makanan khas Yogyakarta yang banyak dibeli wisatawan, di antaranya bakpia, yangko, dan geplak. Cendera mata khas Yogyakarta yang dibeli wisatawan antara lain kaus, kain dan pakaian batik. Selain itu, wisatawan juga membeli kerajinan kulit, kayu, bambu, perak, tembaga, blangkon, tas, sepatu, sandal, dompet, kalung, gelang, dan cincin.

Kondisi itu menyebabkan angka penjualan pedagang kaki lima yang menjual cendera mata khas Yogyakarta meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan hari biasa.

Solekhah, penjual kaos mengatakan, pada libur panjang dirinya mampu menjual sekitar 50 kaos per hari, meningkat dibandingkan dengan hari biasa hanya terjual sekitar 20 kaus.

"Kaos yang saya jual harganya berkisar Rp20.000-50.000 per potong tergantung ukuran. Wisatawan kebanyakan membeli kaus yang menunjukkan ciri khas Yogyakarta, seperti kaus bergambar keraton dan Tugu," katanya.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Malioboro menyebabkan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut padat merayap. Kepadatan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Malioboro itu didominasi oleh kendaraan bermotor dengan pelat nomor luar Kota Yogyakarta.

Kendaraan bermotor yang memadati Jalan Malioboro itu di antaranya berpelat nomor Jakarta, Bandung, Solo, Klaten, Semarang, Magelang, Purwokerto, Surabaya, dan Malang.

Kepadatan juga terjadi di beberapa ruas jalan akses masuk dan keluar Malioboro, di antaranya Jalan Mangkubumi, Jalan Mataram, Jalan Panembahan Senopati, Jalan Ahmad Yani, Jalan Trikora, Jalan Ahmad Dahlan, dan Jalan Bhayangkara.

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU