Bakso Mata Sapi ala Perancis (Prayitno/Seruu.com)
Ternyata banyak pembeli yang menyukai bakso mata sapi, karena rasanya kenyal, lezat, kandungan kolesterolnya rendah dan kaya kalsium

Purwokerto, Seruu.com - Bakso daging sapi maupun bakso ikan, itu sudah biasa. Namun jika ada bakso mata sapi, yakni bakso yang dibuat dari mata sapi sungguhan, terbilang langka, dan hanya ada di warung makan Toyamas di Jl. Jenderal Sudirman Timur Purwokerto atau di dekat bundaran/depan RS Margono Soekarjo Purwokerto (Jateng). Warung bakso ini buka sejak jam 11.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Singgih Swasono (46), pemilik warung makan Toyamas mengemukakan, mulai menjual bakso mata sapi baru  enam  bulan lalu. Sebenarnya, Singgih mengaku, merintis usaha rumah makan Toyamas sejak 2006 silam, dengan menu andalan bakso jamur dan sate jamur. Belakangan, ia melakukan inovasi menu, dengan menciptakan bakso mata sapi.

"Ternyata banyak pembeli yang menyukai bakso mata sapi, karena rasanya kenyal, lezat, kandungan kolesterolnya rendah dan  kaya kalsium," ujar Singgih Swasono, Kamis (5/4/2012).

Per porsi bakso mata sapi dijual Rp 7.500,- hingga Rp 10.000,-, tergantung jumlah mata sapi yang dipesan. Satu buah mata sapi Rp 2.500,-.Sedangan bakso jamur Rp 7.000,-/porsi dan sate jamur Rp 8000,-/porsi.Selama ini, selain melayani pembeli di warungnya, Singgih juga banyak melayani  pesanan. Pemesanan bisa dilayani lewat nomer HP 08818604540. Pelanggan tetap yang sering pesan bakso mata sapi, yakni RSMS dan RS Orthopedi Purwokerto.

Menurut Singgih, ide membuat bakso mata sapi ketika suatu hari ia bertemu dengan seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Margono Soekaryo (RSMS) Purwokerto. Saat itu, ia mengantar pesanan bakso jamur langganan dokter tersebut. Namun dokter yang baru pulang dari menuntut ilmu di Perancis, menceritakan bahwa di sana menu bakso mata sapi merupakan menu favorit dan esklusif. Menu itu dicari banyak kalangan, karena mata sapi kandungan kolesterolnya rendah, dan kalsiumnya tinggi.Dan mata sapi diyakini bisa untuk mengobati penderita osteoporosis atau pengeroposan tulang.

"Dari cerita itu, saya tertantang untuk melakukan percobaan membuat bakso mata sapi. Semula saya beli mata sapi di pasar dalam jumlah terbatas. Semula untuk dikonsumsi sendiri, dan lama kelamaan banyak pembeli yang ketagihan, " ujar Singgih Swasono.

Singgih mengaku, saat ini ia mendapatkan pasokan mata sapi dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Purwokerto dan Pasar Wage. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan mata sapi 40-50 biji. Mata sapi-mata sapi itu sebelum diolah dimasukkan ke dalam almari es, biar segar," ujarnya.

Singgih mengaku, dalam dua hari sekali membikin bakso sebanyak 5 kg. "Namun untuk belanja, saya lakukan setiap hari ke Pasar Wage dan Rumah Pemotongan Hewan yang ada di Purwokerto. Hanya saja, untuk membuat bakso saya lakukan 2 hari sekali, dan setiap membuat sebanyak 5 kg. Bakso itu mata sapi selalu habis diserbu pembeli," ujar Singgih Swasono yang dalam melayani pembeli dibantu istrinya dan seorang pembantunya.

Mata sapi yang baru dibeli dari rumah pemotongan hewan, lanjut Singgih, direbus terlebih dulu, lalu setelah matang dicampur dengan adonan tepung terigu, perbandingannya 2: 1. Yakni 2 kg tepung dan 1 kg daging sapi. Setelah adonan tepung terbentuk, lalu mata sapi yang sudah dimasak, dibalut dengan adonan tepung tersebut sebesar kepalan tangan, kemudian direbus hingga masak.

Selanjutnya siap disajikan dengan kuah daging sapi yang segar, ditambah irisan tahu, gorengan bawang merah, dan bumbu-bumbu lainnya. Jadilah sajian khas bakso mata sapi.

"Saya senang makan bakso mata sapi ini, karena rasanya yang kenyal, lezat, dan cocok di lidah. Pokoknya, rasanya...mak nyuzzzzz......! Apalagi harganya juga cukup murah, Rp 7500,-- Rp 10.000,-/porsi," ujar Kusworo, seorang pembbeli dari Ajibarang yang ketagihan bakso mata sapi bikinan Pak Singgih.

Anda penasaran?Silahkan mencicipi bakso mata sapi buatan Pak Singgih. Dijamin Anda akan ketagihan, setelah  menikmati lezatnya bakso langka tersebut. [py]

KOMENTAR SERUU