Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka, pada jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Selasa 3 April 2012

Jakarta, Seruu.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara yang berasal dari China sebanyak 1 juta orang dalam dua tahun kedepan. “Pihak kami optimis bahwa dalam dua tahun mendatang bisa mendatangkan wisman dari China sebanyak 1 juta orang,” kata Menparekraf, Mari Elka, pada jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Selasa 3 April 2012.

Menparekraf menjelaskan bahwa penetapan target ini dilatarbelakangi oleh terbangunnya kerjasama bilateral antara dua negara. “Indonesia dan China telah meyepakati perjanjian kerjasama untuk mempromosikan pariwisata secara bersama,” jelas Menparekraf. Perjanjian ini nantinya akan menjadi payung kerjasama antara kedua negara. “Poin perjanjian kerjasama ini antara lain adalah promosi pariwisata yang dilakukan bersama serta pendukungan even bagi salah satu negara yang mengadakan kegiatan promosi,” jelas Mari lagi.

Berkaitan dengan kerjasama antara Indonesia dan China, PT Garuda Indonesia yang juga telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Kemenparekraf akan membuka jalur penerbangan langsung. “Pintu masuk China ada banyak. PT Garuda Indonesia juga telah membuka jalur penerbangan langsung ke Goangzhou dan Xiamen,” tambah Menparekraf.

Selain pembukaan jalur penerbangan langsung ke provinsi-provinsi di China, PT Garuda Indonesia juga telah menambah frekuensi penerbangan langsung ke China. “Sebelumnya dalam seminggu, penerbangan langsung ke China hanya tiga kali. Sekarang penerbangan langsung ke China dilakukan setiap hari,” tambah Menparekraf.

Mengenai jalur penerbangan, Menparekraf memaparkan data bahwa selama Januari sampai Februari 2012, pintu masuk Indonesia didominasi oleh Batam melalui Bandara Hang Nadim 13,8%, Bali melalui Bandara Ngurah Rai 11,98% dan Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta 9,91%.

Antisipasi Bekurangnya Wisnus

Mengantisipasi penurunan jumlah kunjugan wisnus yang biasanya terjadi pada pertengahan tahun, Menparekraf akan bekerjasama dengan stakeholder terkait akan membuat paket wisata. “Untuk tetap menarik minat wisatawan pada low season atau masa dimana junlah kunjungan wisatawan berkunjung, pihak kami akan bekerjasama dengan stakeholder untuk membuat paket wisata,” kata Menparekraf lagi.

“Tahun ini ada tujuh hari libur yang terletak pada akhir minggu. Artinya, kita memiliki kesempatan besar untuk membuat paket-paket wisata jarak dekat,” tambahnya lagi.

“Seperti yang akan saya lakukan sekarang. Minggu ini saya akan berkunjung ke Larantuka. Misi saya selain untuk mengunjungi Larantuka bertepatan dengan Hari Raya Paskah, juga ingin mengajak banyak orang mengunjungi NTT,” cerita Menparekraf.

Berkaitan dengan kepergian Menparekraf ke Larantuka, ia mengatakan bahwa daerah NTT masih memerlukan dorongan untuk dapat memajukan industri pariwisatanya, salah satunya dengan memperbaiki konektivitasnya. “Sebenarnya banyak yang tertarik berkunjung ke NTT namun konektivitas masih menjadi kendala bagi wisatawan yang hendak ke NTT,” katanya lagi.

Pada kesempatan itu, Menparekraf juga memaparkan bahwa pengeluaran wisman paling banyak adalah untuk kebutuhan akomodasi, makanan minuman, belanja, souvenir, liburan dan kecantikan. “Pengeluaran wisman terbanyak adalah akomodasi 44%, makanan minuman 19,1%, belanja 8,4%, souvenir 8,8%, liburan 6% serta kesehatan dan kecantikan 2,4%,” papar Menparekraf. Kondisi ini berbeda dengan pengeluaran terbesar wisnus untuk belanja, makanan dan souvenir. (Puskompublik)

KOMENTAR SERUU