Gunung Semeru (Istimewa)
"Kondisi visual di puncak Semeru terlihat cuaca terang, angin tenang, tidak ada hujan, dan suhu udara 23 derajat celcius,"

Lumajang Seruu.com - Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur, mengalami gempa embusan sebanyak 95 kali.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hariyanto, Senin (2/4/2012), mengatakan aktivitas Gunung Semeru hari ini tercatat mengalami 95 kali gempa embusan, 27 kali gempa tremor, dua kali gempa tektonik jauh, dan satu kali gempa tektonik dangkal.

"Kondisi visual di puncak Semeru terlihat cuaca terang, angin tenang, tidak ada hujan, dan suhu udara 23 derajat celcius," tuturnya.

BPBD Lumajang setiap hari mendapatkan laporan aktivitas Gunung Semeru dari petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

"Aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih didominasi gempa embusan dan tremor yang masih fluktuatif dengan status masih Siaga (Level III)," paparnya.

Hariyanto mengimbau warga di enam kecamatan yang berada di lereng Semeru yakni Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, Tempeh, Tempursari, dan Pasrujambe tetap waspada terhadap aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

"PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di wilayah sejauh 4 km di seputar lereng tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai jalur luncuran awan panas," katanya, menjelaskan.

Sementara Kabid Pencegahan, Kesiap-siagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Hendro Wahyono mengatakan BPBD berencana melakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di daerah-daerah yang dianggap paling rawan terjadinya bencana alam Gunung Semeru.

"Sesuai dengan hasil survei yang telah dilakukan BPBD di lapangan bahwa kondisi jalan di daerah rawan bencana tersebut sudah banyak yang rusak, sehingga harus segera diperbaiki," tuturnya.

Kondisi jalan yang rusak dan tidak terlalu lebar di daerah rawan bencana, lanjut dia, akan menyulitkan BPBD dalam melakukan pertolongan atau evakuasi dengan menggunakan kendaraan roda empat, apabila terjadi bencana alam.

"Perbaikan jalan di daerah rawan bencana akan dilakukan secara bertahap tahun ini," ujarnya, menambahkan.[ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU