Mari Elka Pangestu (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Wisatawan nusantara (wisnus) merupakan pasar yang sangat potensial bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Menyadari hal ini, Kemenparekraf, dalam Rencana Strategisnya yang saat ini sedang diproses DPR, mengajukan usulan untuk  menyelenggarakan paket-paket wisata murah bagi wisnus.

“Pihak kami sudah mengajukan usulan mengenai paket wisata bagi wisnus dalam Renstra yang saat ini sedang diajukan kepada DPR,” kata Mari Elka Pangestu yang ditemui usai Pelantikan Pejabat Eselon II di Kantor Kemenparekraf, Jakarta 28 Maret 2012.

Momentum yang tepat untuk mengadakan paket wisata murah bagi wisnus ini adalah saat liburan sekolah. “Saat liburan panjang sekolah, kami akan bekerjasama dengan stakeholder untuk mengembangkan wisata edutainment, dimana anak-anak bisa belajar sambil bermain sehingga liburan tersebut selain menghibur anak juga memberikan pengetahuan tambahan bagi anak,” tambah Mari lagi.

Mari mengatakan bahwa, untuk menarik minat wisnus, pihaknya akan menargetkan ibu-ibu sebagai  salah satu sasaran promosi wisata dalam negeri. “Sebagian keputusan berlibur biasanya diambil ibu-ibu. Oleh sebab itu, kami akan melakukan promosi di majalah, dan komunitas-komunitas tempat ibu-ibu berkumpul,” jelas Mari.

Ia mengatakan, sekarang ini masyarakat bisa berwisata dengan biaya murah. “Sekarang ini banyak pilihan baik transportasi dan akomodasi untuk kegiatan wisata. Misalnya, kita bisa berpergian ke suatu tempat dengan menggunakan kereta api dan tidur di hotel non-bintang. Untuk hotel, saya rasa kita bisa mencari hotel dengan harga yang tidak terlalu mahal tapi yang penting aman dan bersih,” imbuhnya.

Keberadaan wisnus berpengaruh baik bagi pariwisata dan industri ekonomi kreatif nusantara. Hal ini dibuktikan dengan data yang menunjukan jumlah perjalanan wisnus pada tahun 2011 mencapai 245 juta. “Angka ini akan terus bertumbuh seiring peningkatan pendapatan masyarakat kelas menengah,” papar Mari.

Selain berpengaruh positif terhadap negara, keberadaan wisnus juga menguntungkan industri yang bergerak di bidang pariwisata. “Misalnya, hotel Accor yang merupakan salah satu hotel besar di Indonesia.  saat ini hotel tersebut telah  membangun 50 hotel dan akan membangun 50 hotel lagi. Ketika saya tanya besaran pertumbuhan tamu hotel, pihak mereka menjawab bahwa tamu hotel didominasi wisnus sebanyak 60%,” jelas Mari.

Mengenai sebaran informasi seputar pariwisata, Menparekraf mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperbaiki website parekraf.go.id agar bisa member layanan informasi tempat wisata bagi masyarakat secara lebih baik lagi. “Kami juga akan melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk mengoptimalkan penyebaran informasi seputar tempat wisata dan produk ekonomi kreatif,” lanjutnya.

Selain melalui website Kemenparekraf, informasi seputar wisata juga dapat diperoleh melalui social media. “Social media memiliki peranan penting untuk melakukan penyebaran informasi. Misalnya seseorang berlibur ke suatu tempat, ia bisa menuliskan di akun jejaring sosialnya tentang tempat tersebut, dimana hotel dan restoran murah serta unggulan destinasinya,” katanya lagi.

Program-program yang dirancang oleh Kemenparekraf bertujuan untuk meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia dengan melakukan jalan-jalan didalam negeri dan membeli serta mengonsumsi produk ekonomi kreatif dalam negeri. “Jika kita melakukan kegiatan wisata dalam negeri dan membeli produk kreatif setempat, artinya kita sudah membantu rakyat, karena biasanya industri  ekonomi kreatif  mereka tergolong industri kecil,”  tambah Mari lagi. [puskompublik]

KOMENTAR SERUU