Salah satu pantai di Tidore (Istimewa)

Seruu.com - Rumah penduduk menjadi pilihan untuk dikembangkan sebagai homestay untuk mengatasi keterbatasan sarana akomodasi dalam menyambut kunjungan wisatawan ke Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut)  yang belakangan ini semakin meningkat.  

Pemda Tidore bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar  Festival Tidore  di Kota Tidore pada 31 Maret hingga 12 April 2012. Penyelenggaraan pesta rakyat ini sekaligus untuk menyambut Festival Legu Gam ke-10 yang digelar pada 1-21 April serta event internasional bahari Sail Morotai 2012 pada September mendatang.

Walikota Tidore Drs.H.Achmad Mahifa mengatakan, Tidore Kepulauan memiliki aset atraksi budaya yang beragam dan menarik serta akses yang mudah dari Kota Ternate. Namun,  untuk  sarana akomodasi hingga kini masih belum memadai sehingga perlu mengembangkan fasilitas homestay sebagai solusi.  “Tidore Kepulauan layak menjadi destinasi pariwisata karena memenuhi kreteria tiga ‘A’ yakni aksesnya mudah, hanya lima menit naik kapal dari Ternate, mempunyai atraksi menarik, sedangkan akomodasi masih terbatas,” kata Achmad Mahifa, bersama Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf M. Faried seusai membuka Pemeran Foto Sejarah dan Pariwisata Tidore di Museum Nasional Jakarta, Kamis  (22/3/2012) silam. Pameran foto yang akan berlangsung selama tiga hari itu sekaligus untuk mempromosikan kegiatan Festival Tidore 2012.   

Menurut M. Faried, Kementerian Parekraf memberikan program pendukungan terhadap kegiatan Festival Tidore maupun Festival Legu Gam dalam mendorong peningkatan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tidore serta kawasan lain di Malut. “Kami menyarankan agar Tidore dan Ternate ke depan melakukan promosi bersama serta meningkatkan sinergisitas. Kalau Tidore belum memiliki fasilitas akomodasi, wisatawan bisa memanfaatkan akomodasi di Ternate yang hanya 5 menit perjalanan menyeberang dengan kapal,” kata M. Faried seraya mengatakan untuk ini Kemenparekraf mengembangkan promosi Ternate beyond .

Festival Tidore, menurut Kadis Pariwisata Kota Tidore Asrul Sani, sebagai pesta rakyat yang menampilkan banyak acara ritual seperti debus,  doa bersama, serta prosesi keselamatan bagi masyarakat. “Tidore mempunyai seribu masjid dan rumah adat dengan atraksi yang menarik,” kata Asrul Sani.

Provinsi Maluku Utara memiliki banyak daya tarik wisata budaya dan sejarah serta  wisata alam seperti peninggalan benteng Portugis Tohula yang menjadi nama Pelabuhan Tohula. Hasil karya arsitektur Portugis ini dikenal sebagai benteng pertama di Indonesia yang kemudian dibangun kembali oleh Kolonial Belanda ketiga mencari rempat-rempah di Indonesia pada 400 tahun lalu. [Puskompublik]


 

KOMENTAR SERUU