Benteng Marlborough Bengkulu

Seruu.com - Sebanyak 47 benda cagar budaya yang dilindungi negara di Provinsi Bengkulu belum dioptimalkan sebagai tujuan objek wisata budaya dan sejarah daerah itu.  "Ada 47 benda cagar budaya (BCB) yang dapat dioptimalkan keberadaannya sehingga mampu menciptakan ekonomi kreatif lokal," kata Kepala Seksi Pemasaran UPT Pemanfaatan Objek Wisata dan Aset Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Almidianto di Bengkulu, Minggu (18/3/2012).

Ia mengatakan, khusus di Kota Bengkulu sebagai ibukota provinsi, terdapat enam BCB yang jika dioptimalkan mampu mengangkat Bengkulu sebagai kota tujuan wisata budaya dan sejarah.  Enam BCB tersebut yakni Benteng Marlborough, peninggalan kolonial Inggris yang masih terawat baik, rumah pengasingan Bung Karno di Kelurahan Anggut yang juga masih dalam kondisi baik, meski perlu direhab.

Selanjutnya terdapat Masjid Jamik yang merupakan hasil karya arsitektur Bung Karno. Masjid tersebut terdapat di jantung kota dengan arsitektur yang masih asli. "Memang sudah pernah dilakukan rehab tapi tidak mengubah model aslinya. Masjid ini juga selalu ramai dipadati umat," katanya.

Selain tiga BCB tersebut, masih terdapat tiga BCB lainnya yakni pemakaman warga Inggris di Kelurahan Jitra, Tugu Thomas Parr dan Tugu Hamilton yang dibangun untuk memperingati dua pejabat militer Inggris yang meninggal saat perang di Kota Bengkulu.

Menurutnya, dari enam BCB tersebut dua di antaranya menjadi andalan objek wisata sejarah Bengkulu yakni Benteng Marlborough dan Rumah Bung Karno. "Saat hari libur, pengunjung benteng bisa mencapai 500 orang, tapi keberadaan objek wisata sejarah ini belum optimal meningkatkan ekonomi kreatif," katanya.

Sedikit berbeda dengan Rumah Bung Karno di Kelurahan Anggut Atas yang disekelilingnya sudah terdapat pusat penjualan makanan dan kerajinan khas Bengkulu. Namun, kondisi rumah tersebut sudah layak direhab sebab beberapa bagian bangunan sudah rapuh. "Perawatan dan pemeliharaan termasuk perbaikan beberapa bagian rumah sudah layak dilakukan, kami harapkan tahun ini terealisasi," katanya. (ndis)

KOMENTAR SERUU