Wisatawan Mancanegara Berkunjung di Candi Borobudur

Kuala Lumpur, Seruu.Com - Indonesia menargetkan jumlah wisatawan asal Malaysia pada 2012 meningkat sebesar lima hingga 10 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1,03 juta orang.

"Ada tiga target untuk wisatawan dari Malaysia yaitu optimistis, moderat dan pesimistis," kata wakil direktur promosi pariwisata wilayah Asean, Chrismiastutie saat dijumpai di arena Pameran Pariwisata Matta Fair di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (17/3).

Menurut dia, target optimistis mencapai 1,3 juta orang, target moderat sekitar 1,25 juta wisatawan dan target pesimistis sekitar 1,2 juta wisatawan.

"Jika melihat besarnya antusias masyarakat Malaysia yang datang ke Matta Fair, kami berharap peningkatan target kunjungan wisatawan dari negara tetangga kita ini bisa tercapai," ungkapnya.

Disebutkannya, kehadiran stan Indonesia di arena Matta Fair sangat dinantikan para pengunjung karena banyak hal yang ingin diketahui tentang Indonesia oleh para pengunjung pameran ini.

Para pengunjung ada yang menanyakan objek wisata di Aceh, Medan, Padang, dan sejumlah tempat di wilayah Sumatra. Demikian pula untuk wilayah Jawa mulai dari Bandung, Garut, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali hingga Lombok serta Makassar.

Dalam hal ini, pihak Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menyediakan meja-meja di dalam stan Indonesia yang diperuntukkan kepada para pengusaha pariwisata dari sejumlah daerah.

"Kami menyediakan 100 booth untuk pengusaha dan hampir semuanya terisi, tinggal delapan peserta lagi segera menyusul," ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiatan pameran Matta Fair ini, juga sebelumnya dilakukan pertemuan bisnis antarsesama agen perjalanan wisata kedua negara.

"Hasil pertemuan itu cukup menggembirakan sebab terjadi sebanyak 4.500 paket wisata yang telah disepakati bersama dengan total nilai sekitar Rp15,750 miliar untuk wilayah-wilayah di Sumatra, Jawa, Bali ataupun Sulawesi," ungkapnya.

Menurut dia, pameran yang dijadwalkan hingga Ahad (18/3) ini akan meraih pengunjung yang lebih banyak lagi karena merupakan hari libur.

"Semakin banyak yang berkunjung ke stan Indonesia tentu menunjukkan besarnya minat masyarakat di negara ini yang ingin berwisata ke negara kita," katanya.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga membuka stan sendiri dengan membawa sekitar 30-an pengusaha pariwisata dari daerah tersebut.

Ketua Asita DIY, Edwin Ismedi Himna mengatakan bahwa pihaknya sudah enam kali mengikuti pameran ini dan hasilnya cukup menggembirakan sebab jumlah wisatawan dari negara jiran ini menunjukkan tren meningkat.

Dewasa ini, wisman asal Malaysia ini pada 2011 menempati urutan keempat terbesar setelah Belanda, Jepang dan Prancis dengan jumlah sekitar 17.500 orang . Sedangkan Belanda sekitar 26 ribu orang.

"Jumlahnya memang masih tertinggal jika dibandingkan dengan Bandung ataupun Bali," katanya. [ant]

KOMENTAR SERUU