Foto: Budpar.go.id

Jakarta, Seruu.com - Wisatawan nusantara (wisnus) memiliki potensi besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui pariwisata dalam negeri. Hal ini ditandai dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya golongan ekonomi menengah dan menengah ke atas. Tentunya kondisi ini juga menyebabkan kebutuhan untuk berlibur pun meningkat.

Kesibukan yang sangat padat selama seminggu penuh, menjadikan masyarakat pekerja Indonesia memanfaatkan akhir pekan untuk berlibur. Kebutuhan Wisnus inilah yang akan kita kembangkan di tahun 2012 ini. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim pada jumpa pers Rapat Kerja Teknis Pengembangan Destinasi Pariwisata di  Redtop Hotel, Jakarta,  29 Februari 2012.

Paparan Firmansyah ini diperkuat fakta bahwa aktivitas pariwisata di Bali pasca pengeboman tahun 2002 silam tetap berjalan karena wisnus tetap datang ke sana. Tragedi mengerikan itu tidak mempengaruhi minat wisnus untuk tetap melancong ke Pulau Dewata itu. Hal ini membuktikan bahwa wisnus mampu menjadi penopang ekonomi nasional.

Pendayagunaan potensi wisnus oleh Kemenparekraf  perlu didukung konektivitas dengan pemerintah daerah (Pemda) serta seluruh pihak terkait. Dukungan daerah dalam memajukan pariwisata nasional sangat diperlukan karena Pemda merupakan ujung tombak pelaksanaan pemerintahan yang dapat menjangkau langsung persoalan daerahnya termasuk pariwisata. ";Untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf memerlukan kerjasama dan koordinasi secara berkesinambungan dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait,"; imbuh Firmansyah.

Firmansyah mengaku pihaknya menyayangkan kegemaran sebagian besar masyarakat Indonesia yang lebih suka berwisata ke luar negeri. ";Prihatin rasanya melihat masih banyak masyarakat Indonesia lebih senang keluar negeri padahal Indonesia sendiri menyimpan banyak destinasi wisata yang menarik,"; jelas Firmansyah. Diakui Firmansyah hal ini bisa dimaklumi karena melihat karakter orang Indonesia yang lebih suka berbelanja dibanding dengan wisatawan mancanegara (wisman) yang lebih menyukai bidang kuliner dan akomodasi. Belum lagi maraknya paket murah dari maskapai penerbangan asing, yang menawarkan fasilitas akomodasi ke luar negeri dengan harga jauh lebih murah dibandingkan akomodasi pariwisata dalam negeri.

Melihat kondisi ini, Kemenparekraf akan melakukan serangkaian program untuk menekan angka kunjungan wisnus ke luar negeri, salah satunya dengan menggandeng sejumlah maskapai penerbangan untuk memberikan potongan harga pada liburan sekolah. ";Hal ini dilakukan untuk menarik minat wisnus khususnya anak sekolah yang lebih suka berlibur di luar negeri daripada dalam negeri. Jadi, nantinya akan ada potongan harga khusus anak sekolah,"; lanjut Firmansyah lagi.

Firmansyah menambahkan, upaya lain untuk meningkatkan kunjungan wisnus di dalam negeri dengan mengadakan Travel Mart sebelum masa liburan sekolah. Sehingga para wisnus, dengan target khususnya anak sekolah, sudah memiliki rekomendasi tempat berlibur yang murah dan menarik saat waktu berlibur tiba.

Terobosan berikutnya yaitu dengan memperbanyak hari libur dan hari ‘kejepit nasional’. “Sebab saat liburan tiba, banyak anak sekolah memadati tempat wisata di dalam kota maupun luar kota. Dengan adanya hari “kejepit nasional”, akan menambah waktu berlibur dan bersenang-senang mereka”, jelas Firmansyah.

Kemenparekraf juga akan menggalakkan wisata minat khusus seperti wisata bahari (kapal pesiar), extreme sport (menyusuri gua dan panjat tebing) dan yacht. ";Wisata minat khusus merupakan salah satu kegiatan wisata yang memungkinkan wisatawan melakukan spending money dalam jumlah besar. Wisatawan yang menyukai wisata unik ini memang masih sedikit, namun mereka tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan biaya besar demi kepuasan mereka";, tutup Firmansyah. (Puskompublik)

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU