Rendang (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan dukungan penyelenggaraan Food, Hotel, and Tourism (FTH) Bali 2012 yang akan diselenggarakan di Bali pada 1-3 Maret 2012. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf), Sapta Nirwandar, pada Konferensi Pers FTH Bali 2012 di kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa 27 Februari 2012 kemarin.
 

Pameran ini penting karena ketiga hal tersebut erat kaitannya dengan ekonomi kreatif dan berpengaruh secara langsung bagi jumlah wisatawan yang datang. “Salah satu yang dipamerkan dalam FTH adalah makanan. Makanan merupakan benda yang memiliki nilai tambah tinggi. Harga makanan yang dijual di kaki lima tentu saja berbeda dengan makanan yang disajikan di hotel. Hal inilah yang menjadi peluang kita dalam memajukan sektor ekonomi kreatif khususnya bidang kuliner dan hotel,”  kata Sapta.

Pada pameran ini, para juru masak Indonesia  berkesempatan mempelajari keberhasilan peserta lain yang berasal dari 33 negara dalam menjaga standar rasa makanan khas negaranya, sebut saja Tom Yam dari Thailand yang sudah memiliki standar rasa. “Sebaiknya kuliner Indonesia juga memiliki cita rasa khusus seperti Tom Yam. Hal ini memudahkan masyarakat internasional untuk mengidentifikasi masakan khas Indonesia,” kata Sapta.

Kuliner merupakan salah satu sektor penting dalam kepariwisataan. Indonesia sendiri memiliki banyak kuliner yang memiliki ciri khas tersendiri.  Sapta mencontohkan, misalnya ronde, cokelat, konro, dan bika.  Namun sampai saat ini, Indonesia belum menetapkan ciri khas rasa sebuah masakan yang menjadi ciri Indonesia. Rendang misalnya, jika disajikan di negara lain, cita rasanya pasti akan disesuaikan dengan selera masyarakat setempat.

Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Chef Profesional (ACP), Nugraha Ali,  mengatakan bahwa Indonesia harus banyak belajar dalam menetapkan stadar sebuah masakan baik dari segi rasa maupun proses pembuatan. “Kita masih harus banyak belajar dari para ahli kuliner internasional. Makanan yang disajikan kepada masyarakat internasional tentu harus mengikuti cita rasa dan standar yang telah ditetapkan,” ujar Ali.

Pameran ini akan diikuti sebanyak 498 perusahaan dan dua pavilion national dari Amerika Serikat dan Taiwan. Pameran yang akan diadakan di Nusa Dua Convention Center ini diharapkan akan dikunjungi oleh 7.500 pengunjung profesional.  Di samping itu, pameran ini diselenggarakan untuk memberi semangat bagi pengusaha hotel dan restoran dalam meningkatkan kualitas usahanya. [Puskompubliik]

 

KOMENTAR SERUU