Akuarium berisi sekitar beragam spesies biota laut di Serangan Marine Garden (Debby LG)

Seruu.com - Dari jalan By Pass Ngurah Rai – Sanur menuju ke lokasi pulau Serangan, menyusuri jalan aspal di sisi pantai yang hanya cukup untuk dua mobil saja, tibalah kita ke sebuah bangunan dengan papan besar bertuliskan ‘Serangan Marine Garden’, tepatnya di Banjar Pojok, Pulau Serangan - Bali.

Tak perlu menyelam hingga kedalaman 30 meter untuk menikmati keindahan bawah laut, karena ‘taman laut’ yang dibuka untuk umum sejak tanggal 21 Agustus 2009 ini menyediakan warna-warni laut yang diatur dalam deretan akuarium yang ditata rapi.

Tempat yang dikelola oleh Yayasan Bali Alami dengan dukungan Omega Group Kyowa di Jepang ini terbuka untuk umum mulai pukul 10 pagi hingga 5 sore, serta tidak dipungut biaya masuk alias gratis! Tapi tidak ada salahnya memasukkan donasi di kotak yang telah disediakan yang nantinya akan digunakan untuk dana operasional ‘taman laut’ yang didukung oleh para donatur dari Jepang ini.

Dalam perkembangannya, tujuan didirikannya wahana wisata ini adalah memperkenalkan keindahan biota laut pada para pelajar dan masyarakat pada umumnya. Dengan adanya ‘ruang pamer’ seperti ini, diharapkan muncul keinginan dan niat bersama untuk menjaga kelestarian ikan dan terumbu karang di wilayah Bali, apalagi banyak wilayah perairan Bali yang rusak hingga kehidupan biota lautnya pun terancam.

Memasuki bangunan ber-AC ini, pengunjung langsung disuguhi sekitar 100 akuarium berisi sekitar 100 spesies biota laut (termasuk ikan dan terumbu karang) yang berjejer rapi di bagian kanan ruangan yang terbagi menjadi areal ikan air laut dan air tawar, areal untuk ikan yang hidup di perairan gelap dan areal untuk ikan tropis yang hidup di karang laut.

Di bagian kiri, terdapat kolam ‘areal air pasang’ berisi beberapa ekor penyu yang boleh disentuh atau diangkat untuk berfoto bersama pengunjung,    

Di tiap-tiap akuarium terdapat informasi akurat mengenai nama ikan lengkap dengan nama Latinnya, seperti White spot puller atau ikan Dakocan (Dascyllus trimaculatus), Ribbon Eel atau Belut Putih (Ophichthus altipennis), Orange Sea Cucumber atau Usus Raja Merah (Cucumaria miniata), Oriental Sweetlips atau Kompele Liris (Plectorhinchus vittatus), Spotted Sweetlip atau Bronkeli (Plectorhinchus chaetodonoides) dan masih banyak lagi.

Sungguh suatu tempat yang mampu menginspirasi generasi muda untuk mencintai laut sekaligus melindungi lingkungan sekitar dari ancaman kerusakan yang lebih parah. [Debby LG]
 

KOMENTAR SERUU