Solo Seruu.com - Karnaval wayang memeriahkan Hari Jadi Ke-267 Kota Solo, Jawa Tengah, di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, kemarin, dengan dipadati penonton di tepi kanan dan kiri jalur utama kota setempat itu.

Peserta pawai bertema "Solo Wayang Karnaval itu" mulai berjalan dari Lapangan Kota Barat Solo dan berakhir di balai kota setempat.

Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian tokoh wayang Yudistira menunggang kuda diikuti para pejabat lainnya pada karnaval tersebut.

Para perempuan yang menjabat sebagai kepala dinas di lingkungan pemkot setempat turut dalam karnaval tersebut juga mengenakan pakaian tokoh wayang. Mereka menunggang kereta kencana.

Peserta lainnya adalah barisan berbagai kelompok kesenian lainnya di daerah itu serta para pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Total jumlah peserta karnaval lebih dari 1.600 orang. Mereka berasal dari kalangan pejabat pemkot setempat, berbagai sanggar kesenian, pelajar, kalangan perguruan tinggi seperti Universitas Sebelas Maret Surakarta, Unisri, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mereka menampilkan berbagai tokoh wayang berbasis kisah Mahabarata dan Ramayana di antaranya para dewa, bidadari, raksasa, pandawa, kurawa, emban, sentana, dan prajurit.

Selain itu, tampil juga peserta dengan penampilan kostum para tokoh wayang golek, potehi atau wayang China, gedog atau panji, wayang kancil, wayang suluh atau nabi, dan wayang wahyu. Wayang juga sebagai ikon Kota Solo yang telah dikenal mendunia.

Berbagai tabuhan gamelan mengiring para peserta karnaval tersebut sehingga membuat suasana terkesan semarak. Enam panggung disiapkan pihak penyelenggara karnaval di sepanjang jalan tersebut untuk tempat para pengrawit menabuh gamelan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Solo Widdy S mengatakan, peserta karnaval sebelum tampil harus mengikuti lokakarya sebanyak empat kali di Joglo Sriwedari Kota Solo.

Peserta lokakarya itu, katanya, mendapatkan penjelasan dari para pelatih antara lain menyangkut peragaan berbagai bentuk kostum dan rias wayang.

"Maksudnya supaya peserta juga bisa mandiri dalam memakai pakaian wayang dan diharapkan bisa membuat pakaian wayang itu juga," katanya.[ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU