Surabaya, Seruu.Com - Perupa asal Lumajang Taufik Monyong akan memamerkan beragam bentuk wayang seng berbahan besi plat dengan tema "Nasib Seng: StopViolence" di Galeri Pusat Kebudayaan Prancis Surabaya (Institut Francais d` Indon'sie/IFI).

 

Atase Pers dan Komunikasi IFI Surabaya Pramenda Krishna Airlangga, Kamis (16/2) menjelaskan, dalam pameran yang diadakan di Jalan Darmokali Nomor 10 Surabaya akan dilaksanakan pada 23 hingga 28 Februari 2012.
 
"Agenda seni ini dibuka pada 23 Februari mulai pk 18.30 WIB dengan `performance art` dan tayangan video yang menceritakan proses pembuatan wayang itu," katanya.
 
Menurut dia, berbagai karya Taufik Monyong sengaja dihadirkan pada bulan ini menyusul pria yang juga dikenal sebagai aktivis tersebut memiliki kepekaan khusus terhadap peristiwa politik, ekonomi, agama, hukum, dan kebudayaan.
 
"Sementara, kekerasan yang terjadi selama ini adalah peristiwa menarik untuk dicatat dengan penyajian karya seni sebagai prasasti kebudayaan," ujarnya.
 
Mengenai ide perupa muda tersebut, ungkap dia, Taufik selalu memiliki energi lebih untuk berkarya karena proses pembuatan karyanya tak terbatas oleh ruang dalam mengekpresikan keresahan jiwanya.
 
"Seniman yang mengenyam pendidikan di bidang seni di Surabaya itu, sejak beberapa tahun lalu juga melakukan `performance art` dan menjadi aktivis sosial budaya. Tahun lalu, ia ikut bergabung dalam perhelatan `Biennale Jakarta 2011`," katanya.
 
Menyikapi berbagai karya wayang berbahan besi, Taufik Monyong menambahkan, ingin memberikan karya yang mampu menjadi inspirasi seniman lain yang pernah melakukan pameran di IFI Surabaya.
 
"Tema yang kami ambil merupakan hal baru dan konsep wayang seng itu sendiri sebagai wujud kritik kesenian," katanya.
 
Apalagi, ia mencatatkan, kondisi Indonesia antara Desember 2011 sampai dengan Februari 2012 banyak terjadi praktik kekerasan di antaranya di Bierun (Aceh), Makassar (Sulawesi Selatan), Sampang (Madura), Bangil (Pasuruan), Mesuji, dan Bima (NTB).
 
"Kekerasan juga terjadi di banyak aspek mulai ekonomi, politik, hukum dan aspek sosial lainnya," katanya. [ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU