Jakarta, Seruu.Com - Pulau Bali masih menjadi incaran wisatawan yang ingin menikmati keunikan dan keindahan pulau Seribu Pura ini, entah itu dengan mengikuti paket tour wisata yang ditawarkan berbagai agen perjalanan atau swa-tour seperti yang dilakukan oleh beberapa ‘biker’ dari komunitas MAC Solo (Motor Antik Club) yang memilih menikmati pulau Bali dengan mengendarai motor klasik.

MAC Solo sendiri merupakan bagian dari komunitas MAC Indonesia (berpusat di Jakarta) yang sudah memiliki lebih dari seribu anggota di seluruh Indonesia. Dari sisi historis, komunitas ini berfokus untuk merawat dan melestarikan motor klasik agar bisa merasakan kembali kejayaan motor buatan Eropa maupun Amerika, seperti Triumph, BSA, Norton, BMW, Harley Davidson dan Indian.

Seperti dituturkan oleh Djumadi, salah satu anggota MAC Solo yang mengikuti tour selama tiga hari berkeliling area Bali tengah beberapa waktu lalu, motor klasik yang digunakan adalah motor klasik buatan Eropa sebelum tahun 1960-an. Di tahun tersebut, dunia otomotif Eropa berkembang sangat pesat, bahkan motor klasik diperuntukkan bagi kebutuhan perang dunia pada masa itu.

“Tujuan kami sebenarnya ingin bisa menikmati wisata Bali dari sisi yang berbeda dengan mengendarai motor klasik ini. Apalagi motor klasik ini memiliki banyak kelebihan dari sisi kekuatan mesin dan rangkanya, bandel serta tahan banting,” kata Djumadi yang bergabung bersama beberapa rekannya dalam tour kali ini.

Lokasi yang dipilih biasanya lokasi yang bersuasana pedesaan di Bali, sepeti pemandangan persawahan yang masih asri, suasana perkampungan yang masih murni, rumah adat dan pura-pura yang masih sangat khas. Yang menjadi tujuan favorit para ‘biker’ ini adalah area Bali bagian tengah dengan rute Tabanan – Pura Taman Ayun Mengwi– Mambal – Ubud – Tegalalang – Desa Penelokan (salah satu wilayah asri di Kintamani).

Menurut Djumadi, menikmati udara sejuk dan suasana sunyi di pedesaan membawa kepuasan batin tersendiri, sekaligus sambil mendengarkan suara motor Eropa yang khas tersebut. Biasanya dibutuhkan biaya sekitar 3-5 juta rupiah untuk sekali tour selama tiga hari ini dengan pengeluaran terbanyak pada makanan dan penginapan.

Untuk budget bensin sendiri malah relatif kecil karena rata-rata satu liter bensin bisa menempuh jarak 25-30 kilometer. Untuk makan, biasanya makanan khas daerah yang dilewatilah yang dicari, seperti lawar, jajan pasar, babi guling dan nasi jinggo yang biasanya mudah dijumpai di tiap-tiap lokasi wisata.

Tips Berkeliling Pulau Bali dengan Motor Klasik:

  • Yang utama, dikarenakan motor yang sudah berumur, persiapkan kondisi motor dengan baik agar lancar di jalan. Bawalah peralatan perbengkelan jika ada masalah di jalan, seperti kunci pas, kunci inggris, obeng, tang dan sebagainya.
  • Perhatikan kesehatan fisik dan pastikan dalam kondisi prima sebelum melakukan touring mengendarai motor klasik ini.
  • Ambil waktu di musim kemarau atau sekitar bulan Juni, Juli dan Agustus saat melakukan tour ini.
  • Tentukan penginapan, rute dan jadwal perjalanan terlebih dahulu agar tidak kacau di tengah touring, misalnya hari pertama akan start dari mana dan finish di mana.
  • Bawa obat-obatan sesuai kebutuhan atau ‘first aid’.

[Debby LG]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (13 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU