SeruuMart - Digital Marketplaces
Sabtu, 24 Juni 2017
Malioboro

Yogyakarta, Seruu.com - Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun ini menargetkan investasi sebesar Rp8,3 triliun.

"Target itu meningkat sebesar Rp450 miliar dibandingkan dengan investasi 2011 sebesar Rp7,75 triliun," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal (BKPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Andung Prihadi Santoso di Yogyakarta, Rabu (08/2/2012).

Menurut dia, realisasi investasi pada 2011 itu, naik sekitar 50 persen dibandingkan dengan pencapaian 2010 yang hanya sebesar Rp4,5 triliun.

"Peningkatan pencapaian investasi di DIY tersebut karena pengembangan industri yang sudah ada sebelumnya seperti pabrik tekstil dan pabrik sarung tangan," katanya.

Pertumbuhan itu, kata dia, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 4.800 hingga 6.000 tenaga kerja terdidik yang diharapkan seluruhnya terdiri atas tenaga kerja lokal DIY.

Ia mengatakan dari aspek sektoral, kebijakan investasi di DIY pada 2012 bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata. "Ketiga sektor itu menjadikan DIY sebagai daerah tujuan wisata setelah Bali, dan predikat sebagai kota pelajar serta menjadi pusat keunggulan kebudayaan Jawa," katanya.

Menurut dia, pada 2012 investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih didominasi investasi pada hotel, restoran, dan jasa.

"Selain itu, juga sektor perdagangan yang berorientasi ekspor, terutama sarung tangan golf dan produk kerajinan serta sektor pertanian khususnya bidang peternakan dan komoditas perkebunan," kata Andung.
[ndis]

KOMENTAR SERUU