Jembatan Saka Lima Belas (Sakalibel) yang merupakan jembatan peninggalan Belanda, akan dijadikan objek wisata sejarah Kereta Api (KA) di Banyumas.
"Memang belum ada penelitian lebih lanjut, tetapi dilihat dari tahun pembangunannya, Jembatan Sakalibel ini sudah out of date, jadi memang sebaiknya tidak dipergunakna lagi,"

Banyumas, Seruu.com - Jembatan Saka Lima Belas (Sakalibel) yang merupakan jembatan peninggalan Belanda, akan  dijadikan objek wisata sejarah Kereta Api (KA) di Banyumas (Jateng). Jembatan yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyumas-Brebes ini mempunyai arsitektur yang unik dan ditopang oleh lima belas pilah besar di bawah jembatan.

Humas Daop V Purwokerto, Surono, menuturkan, Jembatan Sakalibel dibangun pada tahun 1912. Jembatan tersebut berada di atas Sungai Keruh, dengan ketinggian 20 meter dari permukaan sungai. Rangka jembatan terbuat dari baja ukuran tebal yang sangat kokoh. "Jembatan ini sudah sangat tua usianya, tetapi masih kokoh, karena dibangun semasa kependudukan Belanda. Karena itu, meskipun sudah dibangun jembatan baru, jembatan sakalibel ini tidak akan dihancurkan dan akan dijadikan sebagai tempat wisata sejarah KA di wilayah Daop V Purwokerto," kata Surono, Jum;at (3/2/2012).

Dari sisi kontruksi, Jembatan Sakalibel masih aman dilalui kereta api. Namun, secara teori pemakaian jembatan, waktunya sudah habis karena sudah hampir seratus tahun usianya. Sehingga, meskipun masih tampak kokoh, tetapi secara teori kontruksi jembatan sudah melemah.

"Memang belum ada penelitian lebih lanjut, tetapi dilihat dari tahun pembangunannya, Jembatan Sakalibel ini sudah out of date, jadi memang sebaiknya tidak dipergunakna lagi," kata Surono.

Sebagai gantinya, PT KAI sudah membangun jembatan pengganti mulai April 2010 lalu. Panjang jembatan tersebut mencapai 280 meter dan lebar 8,4 meter, terdiri dari dua lintasan. Jembatan baru yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya ini, kontruksinya menggunakan beton dengan enam pilar penyangga. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (1 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU