batu penyusun Candi Borobudur yang sebagian disimpan

Magelang, Seruu.com – Sedikitnya 9.000 batu penyusun Candi Borobudur kini dibiarkan terbengkelai di halaman Museum Karmawibangga kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). Batu tersebut merupakan bagian dari rangkaian cerita relief Candi Borobudur. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB) masih bingung untuk memasangnya.

Koordinator Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi BKPB, Yudi Suhartono mengatakan, pihaknya belum menentukan langkah lebih lanjut. Karena belum tahu persis, di mana posisi sebenarnya dari ribuan batu tersebut pada bangunan candi warisan dinasti Wangsa Syailendra tersebut. Untuk memasang kembali batu-batu itu, dibutuhkan penelitian dan pencocokan antara batu satu dengan yang lainnya (anastelosis). Karena setiap susunan batu harus menyambung sesuai dengan urutannya.

Dari sekitar 9.000 batu tersebut, sekitar 160 batu adalah batu berelief, sebagian berelief rangkaian cerita. “Baru 25 batu berelief yang dipasang. Diperkirakan sebagian kisah yang terpahat di dinding candi, terputus dan belum menampilkan keseluruhan cerita aslinya,” kata Yudi Suhartono, Minggu (29/1/2012).

Disbeutkan Yudi, batu-batu lepas itu merupakan hasil temuan warga sekitar candi yang diduga hilang sebelum proses pemugaraan dilakukan 1973-1983. Batu-batu yang belum terpasang hampir seluruhnya merupakan bebatuan temuan warga sekitar candi.

Temuan terbaru di Tanjungsari, berjarak sekitar 1 km dari Candi Borobudur. Di  desa tersebut, puluhan batu balok jenis andesit mirip batu-batu yang terpasang di candi. Pada 2010, di Tanjungsari sempat ditemukan dua kepala budha. Setelah dicocokan, kepala itu adalah bagian dari Candi Borobudur.

Selain itu, juga ditemukan sejumlah batu balok berelief di dalamnya. Seperti relief bentuk bunga dan relief bentuk budha yang sedang duduk bersila. Sejak tahun 2010, sudah enam kali ditemukan batu-batu kuno di Desa Tanjungsari. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU