Terumbu Karang Bali

Seruu.com - Bali tidak hanya Kuta, Jimbaran atau Sanur saja. Ada satu alternatif wisata lainnya yang bisa menjadi jujugan saat ingin menikmati keunikan di Pulau Seribu Pura ini, tepatnya di Pulau Serangan yang terletak sekitar setengah jam berkendara dari kota Denpasar, menyusuri Jl. By Pass Ngurah Rai - Sanur.

Sebelum reklamasi besar-besaran pada tahun 1990-an, pulau yang juga menjadi lokasi Pura Sakenan sebagai pura penjaga ketenangan samudera ini dulu lebih dikenal dengan sebutan Pulau Penyu karena menjadi tempat penyu-penyu bertelur di pantainya yang (dulunya) berpasir kuning keemasan itu.

Selain penyu-penyu yang ‘menghilang’, terumbu karang di sekitar pulau yang terhubung dengan pulau Bali melalui sebuah jembatan ini pun mengalami kerusakan yang salah satunya disebabkan karena pencongkelan liar oleh para nelayan untuk dijual.

Padahal terumbu karang ini berfungsi untuk melindungi pantai dari hantaman ombak sekaligus sebagai tempat hidup berbagai jenis ikan dan hewan laut yang biasanya menjadi sumber penghasilan para nelayan.

Sejak sekitar tahun 2002, para nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Karya Segara memfokuskan diri pada penyelamatan terumbu karang dan membiakkan kuda laut.

Bersama kelompok penyelamat lingkungan di bawah pimpinan bapak Wayan Patut ini, pulau Serangan akhirnya menjadi alternatif wisata baru untuk belajar langsung menanam terumbu karang dan mengadopsi kuda laut, sekaligus menjadi tujuan para mahasiswa-mahasiswi yang ingin belajar dan para marine biologist yang ingin mengadakan riset tentang terumbu karang.

Wisata terumbu karang ini pun bisa menjadi wisata edukasi yang sangat menarik bagi anak-anak. Begitu tiba di lokasi Kelompok Nelayan Karya Segara, kita akan dibawa berkeliling melihat beberapa akuarium yang berjajar rapi berisi kuda laut (genus Hippocampus), bulu babi (sea urchin atau Echinoidea) dan bintang laut.

Banyak pengetahuan penting yang bisa kita dapatkan dari wisata edukasi ini, seperti: terumbu karang ternyata merupakan sekumpulan hewan karang yang hidup dan menghasilkan sejenis zat kapur sebagai pembentuk utama terumbu, serta kuda laut merupakan satu-satunya spesies di dunia di mana yang jantan lah yang hamil!

Untuk belajar menanam terumbu karang, kita diajak naik ke sebuah kapal yang ditarik boat menuju ke lokasi penanaman terumbu karang yang jaraknya sekitar 15 menit dari pantai. Di atas kapal yang bisa memuat 30 orang ini, pak Wayan Patut menunjukkan cara membuat stek terumbu karang yang diambil dari terumbu karang hidup di bawah laut dan kemudian ditanam pada suatu media tanam yang disebut dengan substrate.

Pembuatan substrate ini pun merupakan suatu cara mendaur ulang Styrofoam yang dicampur dengan pasir dan semen. Uniknya, setiap orang bisa menuliskan namanya pada secarik plastik untuk digantungkan pada setiap substrate yang sudah ditanami potongan 4-6 cm terumbu karang ini sebagai ‘tanda’ bahwa mereka sudah mengadopsi terumbu karang tersebut sekaligus ikut melestarikan alam.

Setelah seluruh substrate berisi potongan terumbu karang (dan tulisan nama) siap, acara ‘menanam terumbu karang’ pun tiba. Kita dipersilakan memakai peralatan snorkeling yang sudah disediakan untuk menyelam dan menanamkan substrate tersebut pada meja beton media tanam terumbu karang yang sudah tersedia di bawah laut pada kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter. Acara mengasyikkan ini biasanya ditutup dengan pelepasan kuda laut yang telah kita adopsi.

Catatan:

    Pillihlah hari setelah malam Bulan Purnama karena di hari itu air lebih jernih dan surut sehingga acara menyelam pun tidak terlalu dalam.

    Waktu penanaman yang paling tepat adalah pukul 9 pagi hingga 12 siang, atau jam 3 sore hingga menjelang petang.

    Bila memungkinkan, bawalah kamera bawah laut untuk mengabadikan penanaman terumbu karang yang unik ini.

    Biaya yang dibutuhkan untuk wisata terumbu karang ini adalah Rp 100.000,- per orang dengan minimal 5 orang. Biaya ini sudah termasuk biaya kapal, peralatan snorkeling dan adopsi satu ekor kuda laut. * Harga bisa berubah sewaktu-waktu.[Debby]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (5 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU