Desa budaya (Istimewa)
"Desa budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai kurang dipromosikan, padahal desa budaya dapat menjadi objek wisata potensial untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah ini," - Widi Utaminingsih

Yogyakarta Seruu.com - Desa budaya yang ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saatnya dipromosikan sebagai objek wisata yang diharapkan dapat dikunjungi wisatawan,Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta Widi Utaminingsih.


 

"Desa budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai kurang dipromosikan, padahal desa budaya dapat menjadi objek wisata potensial untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah ini," kata Widi Utaminingsih di Yogyakarta, Kamis (19/01/2012).

Ia mengatakan, DIY memiliki sejumlah desa budaya yang potensial dikembangkan sebagai objek wisata andalan dan dapat dijual kepada wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

"Apalagi DIY merupakan pusat budaya sehingga desa budaya yang ada di daerah memiliki ciri tersendiri sehingga diyakini mampu mendatangkan wisatawan," kata Widi yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Menurut dia, desa budaya adalah desa yang memiliki peninggalan budaya, adat-istiadat dan tradisi yang sampai kini masih dilestarikan dan menjadi bagian kehidupan masyarakat setempat. Jika desa budaya di daerah ini dipromosikan baik secara nasional maupun internasional, maka desa budaya di daerah ini akan lebih dikenal wisatawan.

Desa budaya yang umumnya dikelola warga desa memiliki suasana yang masih alami serta menyimpan potensi adat istiadat, tradisi dan seni budaya yang kuat, bahkan hingga kini masih menjadi bagian kehidupan masyarakat desa.

"Wisatawan yang mengunjungi desa budaya dapat ditawari menikmati kehidupan pedesaan termasuk melihat adat istiadat dan tradisi dengan menginap di rumah-rumah penduduk," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Legowo mengatakan di wilayah Bantul memang ada sejumlah desa yang diklaim sebagai desa budaya.

"Meskipun hingga kini kami belum mengetahui secara pasti kriteria sebagai desa budaya, namun pihaknya berupaya mendukung tumbuhnya desa budaya dan membinanya agar keberadaannya bisa lestari,"katanya.

Ia mengatakan, di Kabupaten Bantul ada desa budaya Pleret dengan peninggalan masa lalu Keraton Mataram Islam dan Desa Budaya Srimulyo, Kecamatan Piyungan yang memiliki upacara adat menghormati leluhur di makam Sunan Geseng yang terletak di Dusun Jolosutro.

"Selain itu, Desa Budaya Imogiri yang memiliki adat tradisi `nguras enceh` di makam raja-raja Mataram Islam,"katanya.[ant/ast]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU