Curug Silangit
Curug Silangit merupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Purworejo dibandingkan dengan Curug Muncar di Bruno atau Curug Jeketro di Kaligesing. Ketinggian puncak air terjun Silangit mencapai 30 meteran. Saking tingginya, air yang jatuh ke bawah di tengah perjalanan berubah menjadi rintik-rintik hujan. Maka berdiri di dekat air terjun, tubuh akan basah kedinginan akibat rintik air terjun tersebut

Purworejo, Seruu.com – Gemericik air dari kejauhan terdengar ritmis mengundang hati untuk melangkahkan kaki lebih cepat menuju Curug (air terjun) Silangit di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo (Jateng). Perjalanan sejauh sekitar empat kilometer sejak dari Balai Desa Somongari menuju air terjun Silangit terobati sudah ketika mata memandang keindahan air yang berhamburan jatuh ke bawah.

 

Curug Silangit merupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Purworejo dibandingkan dengan Curug Muncar di Bruno atau Curug Jeketro di Kaligesing. Ketinggian puncak air terjun Silangit mencapai 30 meteran. Saking tingginya, air yang jatuh ke bawah di tengah perjalanan berubah menjadi rintik-rintik hujan. Maka berdiri di dekat air terjun, tubuh akan basah kedinginan akibat rintik air terjun tersebut.

Di bawah air terjun Silangit juga terdapat kolam kecil yang cukup dangkal sekitar satu meteran. Para pengunjung biasanya sering mandi di kolam tersebut untuk menyegarkan tubuh dan melepas lelah. Bila kurang puas, pengunjung juga bisa naik ke atas air terjun menyusuri tebing di sisi selatan. Di atas air terjun ini, pemandangan kota Purworejo beserta laut membiru di sisi selatan kelihatan indah dipandang mata.

Bila pengunjung datang ke lokasi pada musim penghujan seperti ini, air membuncah cukup banyak. Di sepanjang perjalanan jalan setapak, penduduk biasanya menjajakan hasil bumi seperti durian dan manggis. Durian Somongari cukup terkenal karena rasanya pahit-manis.

Untuk mencapai lokasi air terjun Silangit, dari Purworejo sudah tersedia Angkudes ke Desa Somongari. Dengan mengeluarkan dana Rp 5.000 pengunjung akan diantar hingga Desa Somongari.

Angkudes jurusan Somongari ini biasanya mangkal di timur Pasar Baledono Purworejo. Bila bersepeda motor jarak Purworejo-Somongari yang 11 kilometer bisa ditempuh selama 30 menit. Hanya sayang, jalanan menuju Somongari banyak berlubang karena kondisinya rusak.

Dari Desa Somongari masih melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh empat kilometer. Satu kilometer pertama ada jalan setapak berupa batu kali yang ditata secara alamiah. Selanjutnya jalan tanah naik turun di kelilingi pohon durian dan manggis. Sepanjang perjalanan dinaungi sejuknya rindang pepohonan karena di kanan-kiri jalan, banyak pohon menjulang.

Bila pengunjung lelah, separuh perjalanan di pinggir sebuah tebing kini dibangun gasebo oleh pemerintah desa setempat. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (4 rates)
Rating
Peraturan Komentar