Padepokan Agung Sang Hyang Jati gn selok

Cilacap, Seruu.com - Terletak di pegunungan wilayah Desa Karangbenda, Kecamatan Adilapa, Kabupaten Cilacap (Jateng), ternyata Gunung Selok menyimpan pesona wisata yang luar biasa indah. Dari puncak hutan dengan ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan air laut, kita bisa menikmati pemandangan pantai yang sangat mempesona.

Selain itu, tempat wisata religi ini juga menjadi simbol kerukunan umat eragama. Karena tidak hanya satu agama yang mempunyai tempat di kawasan gunung milik Perum Perhutani KPH Banyumas Timur ini. Kawasan ini menjadi pusat wisata religi bagi para penganut kepercayaan, Budha bahkan Islam.

Memasuki kawasan hutan lindung seluas 110,5 hektare ini, para pengunjung hanya dikenakan tiket masuk Rp 3 ribu. Selanjutnya, pengunjung masih harus melewati jalanan berkelok dengan kanan-kiri hutan, sebelum tiba di pelataran parkir yang cukup luas. Dari tempat tersebut, pengunjung tinggal memilih akan memasuki kawasan Padepokan Agung Sang Hyang Jati tempat sembahyang para penganut Budha, atau masuk ke sebuah makam kyai yang banyak dikunjungi penganut agama Islam, atau ke petilasan Jambe Lima dan Jambe Pitu.

Sepanjang perjalanan menuju padepokan, kanan-kiri merupakan rimba campur yang berisi berbagai tanaman mulai dari pohon mahoni, akasia, nyamplung, jati dan sebagainya. Meskipun memiliki pemandangan alam yang menakjubkan, namun kunjungan ke tempat wisata ini belum maksimal. Karena itu, pihak Perhutani terus berbenah untuk melengkapi berbagai fasilitas di lokasi tersebut.

Penjaga loket Gunung Selok, Nyana mengatakan, berbagai fasilitas yang hendak ditambah antara lain gardu pandang serta berbagai macam mainan anak-anak. Gardu pandang ini, selain untuk mengawasi lokasi, juga bisa digunakan untuk menikmati pemandangan alam. Pihak Perhutani juga berencana untuk membangun kolam renang, tempat penjualan sovenir dan melengkapi lokasi tersebut dengan sarana penerangan serta jalan yang lebih memadai.

"Kalau sekarang, pengunjung yang datang menikmati pendangan alam masih tersebar, ada yang melalui bagian tepi padepokan, ada yang turun hingga ke pantai dan sebagainya. Nantinya, jika sudah ada gardu pandang, pengunjung bisa lebih leluasa menikmati pemandangan alam, karena lokasi gardu pandang tentu akan dicari yang paling bagus dan strategis," katanya.

Lebih lanjut Nyana menjelaskan, wisatawan yang datang berkunjung biasanya bertujuan untuk berziarah atau untuk bersemedi di petilasan dan makam. Petilasan yang banyak di kunjungi dan dianggap keramat adalah Padepokan Jambe Lima dan Padepokan Jambe Pitu. Padepokan Jambe Lima atau Cemara Seta di ketemukan oleh Eyang Mara Diwangsa dan berada di puncak bukit. Tempat ini biasanya digunakan untuk bersemedi. Menurut legenda masyarakat setempat konon Padepokan Jambe Lima dahulu dahulu merupakan markas  pendekar-pendekar sakti.

Pada hari-hari biasa, setiap harinya tingkat kujungan ke Gunung Selok sekitar 30 pengunjung. Kunjungan ini di dominasi oleh anak-anak muda. Namun, saat malam Jumat Kliwon dan Rebo Wage, kunjungan akan meningkat. Bahkan saat malam hari, ada ratusan pengunjung yang datang untuk berdoa.

"Dalam satu bulan, minimal dua kali tempat ini ramai dikunjungi saat malam hari, yaitu saat malam bulan purnama pada Jumat Kliwon dan Rabu Wage. Orang yang datang biasanya untuk berdoa, memohon keselamatan serta berkah. Para pengunjung tidak hanya dari Cilacap saja, tetapi juga dari luar daerah seperti Kebumen, Banjarnegara, Banyumas dan lain-lain. Biasanya mereka datang dalam rombongan besar," jelas Nyana.

Di dalam padepokan disediakan belasan altar dalam bilik-bilik kecil untuk berdoa. Setiap bilik ada patung dewa yang berbeda, mulai dari Dewa Bumi, Dewa Langit, Dewa Brahma, Dewi Kwan Im dan lain-lain. Perlengkapan untuk berdoa juga disediakan. (py)

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (2 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU