Tradisi Saparan
Tradisi ini masih mengakar kuat. Terbukti, setiap gelaran, seluruh warga pasti ikut berpartisipasi dengan membawa satu ingkung,

Magelang, Seruu.com – Ratusan warga Dusun Mantran, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang (Jateng), menggelar tradisi Saparan, Kamis (5/1/2012).  Sejak pagi buta, mereka telah menyiapkan uba rampe berupa nasi tumpeng berisi ingkung dan piranti lainnya.

Tumpeng-tumpeng tadi dipajang berjajar di atas bambu yang disusun berderet sepanjang jalan dusun dari sisi utara ke selatan. Di pintu masuk jalan dusun, terdapat sebuah tumpeng utama yang diberi nama Jongko.

Pada jam 08.00, rangkaian ritual dimulai. Diawali pembacaan doa yang dipimpin Supadi, tokoh dusun setempat. Setelah itu, Tumpeng Jongko diarak keliling dusun. Warga yang menunggu di depan rumah, segera masuk barisan mengikuti arak-arakan.
Iring-iringan itu berakhir di rumah Kadus Mantran, Handoko. Seluruh piranti ritual dijadikan satu di halaman rumah. Di situ, dipanjatkan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan minta keselamatan kepada Sang Penguasa Alam Semesta. Doa dipimpin Kyai Muhammad Tohir.

Usai doa, Tumpeng Jongko diarak menuju lapangan dusun, sebagai tempat pementasan hiburan kesenian jaran papat. Jaran papat merupakan kesenian rakyat khas warga setempat. Sebagian ingkung dan nasi dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga.

Prosesi berikutnya, memasang sesaji di empat penjuru mata angin yang terdapat sumber mata air. Di antaranya di Kali Curah, Kali Talang, Kali Sekendil dan Kali Pereng. Satu sesaji lain diletakkan di atap rumah kadus.

Menurut Giyanto Hermawan, panitia pelaksana, tradisi ini digelar setiap Sapar. Ritual diikuti 160 keluarga di Mantran Wetan. Tema ritual kali ini Ngudi Kautaman. Artinya, warga berharap diberikan kesejahteraan dan keberhasilan dalam bercocok tanam karena mayoritas warga yang menjadi petani.

Kadus Mantran Wetan, Giyanto, mengatakan, tradisi ini merupakan warisan nenek moyang dan telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. ”Tradisi ini masih mengakar kuat. Terbukti, setiap gelaran, seluruh warga pasti ikut berpartisipasi dengan membawa satu ingkung,” katanya.[py]

 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (4 rates)
Rating
KOMENTAR SERUU