Upacara Adat Saparan (Istimewa)

Seruu.com - Puncak Upacara Adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo bakal digelar Jum,at 6 Januari 2012 pukul 13.00 WIB di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak Sleman. Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo dimulai dari halaman masjid peninggalan Ki Ageng Wonolelo menuju Makam Ki Ageng Wonolelo oleh sesepuh trah, putro wayah, santri, alim ulama, prajurit dan berbagai kelompok kesenian dilanjutkan dengan penyebaran apem seberat 1,5 ton kepada pengunjung. Turut dikirabkan pusaka-pusaka peninggalan Ki Ageng Wonolelo diantaranya Kitab Suci Al Qur’an, Bandil, Baju Ontrokusumo, Kopyah, Tongkat, Kayu Mustoko Masjid.

 

Ki Ageng Wonolelo dengan nama asli Jumadi Geno merupakan seorang keturunan Prabu Brawijaya V sekaligus sebagai tokoh penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram. Ia bermukim di Dusun Pondok Wonolelo, memiliki ilmu kebatinan yang tinggi pada masa itu. Karena memiliki ilmu yang linuwih, ia pernah diutus oleh Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkan terhadap Mataram. Iapun berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya.

Nama Ki Ageng Wonolelo atau Jumadi Geno semakin tersohor dari waktu ke waktu sehingga semakin banyak orang yang berdatangan untuk berguru dengannya. Sebagai seorang panutan yang memiliki ilmu tinggi ia banyak mewariskan berbagai peninggalan yang berupa tapak tilas dan pusaka atau jimat dan benda keramat lainnya. Pusaka, jimat dan berbagai benda keramat peninggalan Ki Ageng Wonolelo inilah yang kemudian dikirabkan setiap bulan Sapar pada setiap tahunnya.

Ketua Panitia Tony Suryanto Purwanto mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo adalah sebagai sarana untuk mendoakan, mengenang dan meneladani perjuangan Ki Ageng Wonolelo agar menjadi anak cucu dan generasi yang berbakti kepada pepunden atau leluhur dengan menerapkan prinsip kebudayaan Jawa “mikul dhuwur, mendem jero”.

Selain itu juga untuk mendukung Yogyakarta dan khususnya Sleman sebagai daerah tujuan wisata, mengajak generasi muda untuk menggali dan lebih memahami nilai-nilai seni budaya yang adiluhung dan memberikan wahana bagi pertumbuhan kesenian rakyat serta menumbuhkan rasa handarbeni dan kecintaan terhadap seni budaya bangsa sendiri. Disamping itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pelaku ekonomi selama aktivitas kegiatan berlangsung.

Menurutnya, pelaksanaan upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo sudah diawali mulai tanggal 23 Desember 2011 berupa malam pembukaan dan pengajian akbar. Adapun untuk memeriahkan upacara adat tersebut diselengarakan berbagai kegiatan diantaranya pasar malam yang menampilkan berbagai stand jajanan tradisional, makanan khas daerah, aneka produk kerajinan, mainan anak-anak, dsb serta pentas seni diantaranya dangdut, campursari, tarian, srandul, kethoprak, jathilan, dsb.

Secara terpisah Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Drs. Untoro Budiharjo mengatakan bahwa upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo merupakan salah satu upacara adat yang masuk dalam kalender of event tetap dan gaungnya sudah menasional. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menggaet wisatawan dari berbagai daerah dan manca negara. Agenda khas menarik berupa penyebaran apem atau kue tepung beras yang banyak ditunggu-tunggu wisatawan.

Puncak upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo yang sudah 2 (dua) tahun ini diselenggarakan pada siang hari diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang berminat. Oleh karenanya pihaknya yakin upacara adat tersebut akan dapat semakin berkembang di masa mendatang.

Diharapkan upacara adat ini dapat dimanfaatkan untuk menggali nilai-nilai keteladanan terhadap kepemimpinan Ki Ageng Wonolelo serta perjuangan untuk menegakkan kebenaran dan harga diri bangsa.  Diharapkan upacara adat ini merupakan ajang yang strategis bagi upaya revitalisasi, pelestarian dan peningkatan apresiasi masyarakat terhadap budaya bangsa yang adiluhung. [was]

KOMENTAR SERUU